Jadi Tersangka Suap, Ketua DPRD Muara Enim Diduga Terima Duit Rp 3 M

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 18:57 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

KPK menetapkan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan Plt Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi jadi tersangka baru dalam kasus dugaan suap proyek di Dinas PUPR Muara Enim. Kedua tersangka tersebut diduga turut menerima uang dari pengusaha Robi Okta Fahlefi terkait kasus tersebut.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan Aries HB diduga menerima uang sebesar Rp 3,031 miliar dari Robi. Uang itu diberikan dalam kurun Mei-Agustus 2019 di rumah Aries.

"ROF diduga melakukan pemberian sebesar Rp 3,031 miliar dalam kurun waktu Mei-Agustus 2019 kepada AHB (Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim) di rumah AHB," kata Alexander Marwata dalam konperensi pers yang disiarkan melalui YouTube KPK, Senin (27/6/2020).

Sementara itu, Ramlan diduga juga menerima uang dari Robi sebesar Rp 1,115 miliar. Selain uang, Alex menyebut Ramlan menerima telpon seluler merek Samsung Note 10.

"Rp 1,115 miliar kepada RS selaku Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Selain itu, ROF juga diduga memberikan 1 unit telepon genggam merek Samsung Note 10 yang diberikan dalam kurun waktu Desember 2018-September 2019 yang bertempat di Citra Grand City Cluster Sommerset dan di rumah RS," ujarnya.

Alex mengatakan pemberian uang terhadap kedua tersangka itu bagian dari fee proyek di Dinas PUPR yang diperoleh Robi. Total ada 16 paket proyek di Kabupaten Muara Enim.

"Pemberian ini diduga terkait dengan commitment fee perolehan ROF atas 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim," sebut Alex.