Kasus Positif Corona Meningkat, Samarinda Siapkan Diri Hadapi Puncak Pandemi

Suriyatman - detikNews
Minggu, 26 Apr 2020 23:12 WIB
Tenaga medis yang menangani pasien Corona di Samarinda
Tenaga medis yang menangani pasien Corona di Samarinda (Foto: dok. Istimewa)
Samarinda -

Sempat tak ada penambahan, jumlah pasien positif virus Corona di Samarinda, Kalimantan Timur meningkat sepekan terakhir. Samarinda pun bersiap menghadapi puncak pandemi virus ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan berdasarkan perhitungan, puncak pandemi Corona di Samarinda diperkirakan akan terjadi dalam 2 hingga 4 minggu ke depan. Dinkes Samarinda menyiapkan sejumlah antisipasi, di antaranya menyiapkan rumah sakit untuk karantina pasien dalam pengawasan (PDP).

"Salah satunya seperti membuka Rumah Sakit Karantina COVID-19 di Balai Pelatihan Kesehatan. Rumah sakit ini mampu menampung hingga 80 pasien dalam pengawasan COVID, ini ada yang ringan, sedang, dan berat," kata Ismed kepada detikcom, Minggu (26/4/2020).

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang memiliki gejala klinis ringan atau orang tanpa gejala (OTG), kata Ismed, cukup dirawat Rumah Sakit Karantina di Bapelkes. Sementara, untuk pasien dengan gejala klinis sedang dan berat bisa dirawat di RSUD AWS dan RSIA Moeis.

"Sehingga jika terjadi pandemic, tenaga medis RSUD AWS dan RS IA Moies memiliki stamina yang cukup untuk merawat pasien-pasien COVID-19 yang sedang hingga berat, karena di puncak pandemi pasti terjadi lonjakan kasus," ungkap Ismed.

Saat ini, lanjut Ismed, tidak ada pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD AWS dan RSIA Moeis di Samarinda yang tergolong berat, apalagi yang membutuhkan ventilator. Ismed pun berharap masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah.

"Prinsip dasar penanganan COVID-19 itu physical distancing, work from home (WFH), perilaku hidup bersih dan sehat kayak cuci tangan dan selalu pakai masker jika memang harus melakukan aktivitas di luar rumah. Sehingga kita dapat men-delay selama mungkin transmisi lokal, dan juga mencegah kematian (zero death) di Samarinda," ujarnya.

Ismed mengatakan peningkatan kasus konfirmasi positif virus Corona di Samarinda secara umum sudah terdeteksi. Menurutnya, tidak benar jika peningkatan kasus positif itu akibat mulai kendornya kinerja Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Samarinda.

"Nggak, Tim Gugus bekerja seperti biasa. Yang kami lihat kepercayaan masyarakat yang naik turun terhadap COVID-19, dan banyak aspek yang harus kita lihat. Nah kalau di luar aspek kesehatan, saya nggak mau komentar," tegasnya.

(azr/azr)