Eks Ketua KY Yakin Ketua MA Baru Bisa Benahi Masalah Peradilan

ADVERTISEMENT

Eks Ketua KY Yakin Ketua MA Baru Bisa Benahi Masalah Peradilan

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 26 Apr 2020 17:23 WIB
Ketua KY Suparman Marzuki
Mantan Ketua KY Suparman Marzuki (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki sangat menaruh harapan kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) terpilih, Syarifuddin, agar melakukan terobosan terkait kualitas keadilan. Di mata Suparman, Syarifuddin dinilai layak melakukan reformasi total di tubuh pengadilan.

"Dia salah satu orang yang tepat. Senior. Pengalaman. Pernah jadi Ketua Badan Pengawasan. Dia salah satu orang relatif mendengar tidak ada masalah kredibilitas. Dia punya syarat. Tinggal keberanian dan kesungguhan. Tidak ada yang lebih tinggi dari dirinya sendiri untuk memberi warna yang lebih terang," kata Suparman dalam diskusi webinar yang bertema 'Menakar Problematika Lembaga Peradilan dan Strategi di Masa Mendatang' yang digelar ICW, Minggu (26/4/2020).

Salah satu masalah yang harus dibenahi adalah membenahi birokrasi lembaga peradilan. Seharusnya, lembaga peradilan memiliki sistem sendiri dan tidak berpaku pada birokrasi PNS. Sebab, birokrasi pengadilan sangat berpeluang diselewengkan bila menggunakan model birokrasi PNS.

"(Sebesar) 70 persen lebih, awal dan ujungnya di administrasi peradilan. Dari pendaftaran, pencatatan, kapan sidang, ruang sidang dan sebagainya. Semua aspek itu punya implikasi tidak baik yang nggak punya integritas yang baik," ujar Suparman.


Suparman lalu memberikan contoh di pengadilan tingkat pertama, kerap ditemui ruang hakim kalah bagus dengan ruang panitera. Hakimnya naik angkutan umum, sementara paniteranya naik kendaraan pribadi ke kantor.

"Ini sangat tidak elok. Bagaimana kita bisa meninggikan marwah negara," cetus Suparman.

Suparman juga berharap Syarifuddin tidak memiliki 'telinga tipis' dan kuat menahan kritik dari masyarakat. Suparman berharap kriminalisasi terhadap orang-orang yang mengkritik pengadilan tidak perlu diteruskan. Termasuk menerima berbagai masukan dari non-government organization (NGO) dan bergaul dengan para akademisi.

"Hentikanlah kriminalisasi. Kalau dikritik, jangan lapor polisi. pencemaran nama baik. Cukuplah saya dan Farid Wajdi. Citra MA juga tidak menjadi lebih baik. Apakah melaporkan saya, Farid, kemudian citra MA jadi lebih baik?" cetus Suparman.

(asp/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT