Round-Up

Perjalanan Kasus Pemerkosa-Pembunuh Gadis Baduy hingga Divonis Mati

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 21:33 WIB
Polisi jumpa pers soal penangkapan 3 pemerkosa gadis Baduy (Bahtiar-detikcom)
Polisi jumpa pers soal penangkapan 3 pemerkosa gadis Baduy. (Bahtiar/detikcom)
Jakarta -

Proses hukum kasus pembunuhan dan pemerkosaan remaja gadis Baduy berusia 13 tahun berakhir. Dua pelaku dijatuhi hukuman mati setelah banding ditolak hakim.

Pembunuhan dan pemerkosaan remaja gadis Baduy ini terjadi pada Jumat 30 Agustus 2019. Peristiwa keji ini berlangsung di sebuah gubuk area ladang perkebunan di Cisimeut, Lebak, Banten.

Terbaru, Pengadilan Tinggi (PT) Banten menolak permohonan banding terdakwa Saepul dan Furqon sehingga keduanya divonis mati.

Berikut perjalanan kasus pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy hingga divonis mati:


Banding Ditolak, Tetap Divonis Mati

Permohonan banding Muhammad Saepul ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Saepul tetap dihukum mati karena memperkosa dan membunuh gadis Baduy.

Demikian juga dengan pelaku lainnya, Furqon. Sebelumnya, Furqon hanya dijatuhi 15 tahun penjara oleh PN Rangkasbitung.

"Muhammad Saepul, dkk akhirnya dihukum mati oleh majelis Hakim Tinggi PT Banten," kata jubir PT Banten Binsar Gultom kepada detikcom, Kamis (24/4/2020).

Putusan banding diketuai oleh Hakim Ennid Hasanuddin dengan majelis Lersyaf dan Binsar M. Gultom. Vonis dijatuhkan Rabu, 22 April 2020.

"Perbuatan para terdakwa tersebut sangat keji, kejam dan sangat sadis karena memperkosa perempuan yang tidak bernyawa secara bergiliran, maka pria bejat seperti itu tak pantas diberi hidup di negara hukum ini," ucap Binsar.

Polisi olah TKP pemerkosaan warga Baduy Luar (Dok ist)


Awal Mula Peristiwa Keji

Peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan remaja gadis Baduy ini terjadi pada Jumat (30/8/2019). Peristiwa ini terjadi di sebuah gubuk di ladang perkebunan di Cisimeut, Lebak.

Kasus ini terungkap saat kakak korban menemukan jasad adiknya pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB. Saat pulang ke saung, kakak korban melihat bercak darah dan begitu membuka pintu mendapati adiknya tewas bersimbah darah. Pihak keluarga dan tetua adat mengizinkan polisi mengautopsi jenazah korban agar kasus ini bisa dilakukan penegakan hukum.

Perilaku ketiga pelaku memang luar biasa keji. Pelaku membunuh karena korban memberontak dan berteriak saat akan diperkosa. Lalu ketiganya memperkosa korban secara bergantian.


Pembunuhan Berencana

Ketiga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ketiganya, diduga sudah menyusun rencana pembunuhan dan mengintai korban selama satu bulan.

"Iya, makanya ancamannya seumur hidup. Kita upayakan itu (Pasal 340 KUHP)," kata Kapolres Lebak AKPB Dani Arianto di Mapolda Banten, Jl Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Kamis (5/9/2019).

Dari hasil pemeriksaan, ketika pelaku, yaitu AMS alias E (20), F (19), dan A (16), membagi peran masing-masing.

"Ini sudah direncanakan, siapa yang memperkosa duluan, siapa harus begini, (siapa) berbuat apa," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2