Beda Mudik dan Pulang Kampung Menurut Ahli Bahasa UI

Niken Widya Yunita - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 20:11 WIB
Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran bagi masyarakat di tengah masa pandemi Corona. Yuk, lihat lagi momen-momen mudik yang pastinya sangat dirindukan.
Foto: Dok. detikcom/Mudik dan Pulang Kampung Menurut Ahli Bahasa UI
Jakarta -

Presiden Jokowi menyebutkan pulang kampung dan mudik itu berbeda. Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat, ahli bahasa dari Universitas Indonesia ternyata berpendapat sama dengan Presiden yang lahir di Surakarta 58 tahun silam itu.

Wanita yang juga merupakan Guru Besar Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia ini berpendapat mudik dan pulang kampung memang berbeda arti. Bukan sama arti seperti ditulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Di dalam KBBI yang data terakhir dimutakhirkan pada Oktober 2019 ini, tertulis mudik dan pulang kampung sama. Ada dua arti dari mudik seperti yang tertulis di KBBI.

Arti pertama mudik yakni berlayar atau pergi ke udik atau hulu. Arti kedua mudik itu pulang ke kampung halaman. Namun ternyata mudik yang diartikan dengan pulang ke kampung merupakan bahasa percakapan.

"Memang beda arti mudik dengan pulang kampung. Biasanya pembaca kurang cermat. Di KBBI tertulis v cak. Cak itu berarti percakapan," ujar Prof Rahayu dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (23/4/2020).

Menurut Prof Rahayu, bahasa percakapan anti kaidah. Sebab arti pulang kampung beda dengan mudik namun kerap dipakai dalam bahasa percakapan.

Mudik artinya pergi ke udik atau hulu. Sementara arti pulang kampung yakni kembali ke kampung halaman.

Dalam hal ini, lanjut Prof Rahayu, Presiden Jokowi membatasi penggunaan kata mudik dalam konteks Idul Fitri. Sedangkan pulang kampung tidak berkaitan dengan Idul Fitri.

"Mungkin karena dahulu sebagian besar wilayah Indonesia berbentuk kampung, banyak warga lahir di kampung (halaman). Dan memang banyak pekerja di Jakarta yang meninggalkan keluarganya di kampung," tutur Prof Rahayu.

(nwy/erd)