Kisah Dokter Operasi Ibu Hamil PDP Corona: Pakai APD Level 3-Terkendala Sarana

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 19:14 WIB
ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: iStock)

Namun, tindakan ini terhalang oleh fasilitas kesehatan untuk penanganan COVID-19 yang belum mumpuni. dr Ammar menilai untuk melakukan operasi terhadap pasien berpenyakit khusus diperlukan sarana dan prasarana yang khusus pula, misalnya, ruangan operasi bertekanan negatif yang mempunyai hepafilter.

"Itu kan pasien dengan penyakit khusus jadi butuh perlakuan khusus. Diantaranya, melengkapi kamar operasi itu dengan kamar bertekanan negatif. Kemudian, dia harus mempunyai saringan udara filter untuk menyaring bakteri dan mikroorganisme yang disebut hepafilter. Nah RS tempat saya kerja ini kamar operasinya belum ada yang siap untuk itu," ungkapnya.

dr Ammar pun sempat menghubungi beberapa rumah sakit besar yang memiliki fasilitas mumpuni. Namun, jumlah kasus positif virus Corona yang semakin meningkat membuat rumah sakit besar enggan menerima pasien ini.

"Jadi di situ mereka (Rumah Sakit) tidak bisa terima, dengan berbagai alasan bahwa RS penuh lah, macam-macam, yang akhirnya kami tidak bisa merujuk. Ini kan kondisi yang membahayakan pasien," cerita dr Ammar.

Di sisi lain, dr Ammar tidak bisa menggunakan ruang operasi yang ada di rumah sakit. Mengingat, terdapat risiko penularan virus Corona yang cukup besar selama menjalani operasi.

Atas kondisi ini, Ia memutuskan untuk menggunakan salah satu ruang rawat inap VVIP yang ada di rumah sakit menjadi kamar operasi sang ibu. Ruangan ini sebelumnya memang disiapkan untuk perawatan pasien COVID-19 non bedah. Ia pun melengkapi ruang operasi dengan berbagai peralatan bedah.

"Akhirnya, kita manfaatkan ada satu ruang VVIP ada namanya ruang perawatan paviliun yang kita siapkan untuk pasien COVID non bedah atau hanya perawatan saja. Akhirnya kita upayakan dari berbagai sumber, dari kamar operasi sebagian kita ambil (alat), dari kamar operasi satu hari di poliklinik kita ambil," ungkapnya.

Sebelum operasi dilakukan, timbul rasa takut dan keragu-raguan oleh tim medis lainnya. dr Ammar pun kembali meyakinkan rekan sejawatnya untuk tidak menghindar dari permasalahan ini. Menurutnya, kondisi seperti ini pun akan kembali terjadi di masa depan.

"Saya sampaikan kalau saat ini kita menghindar, suatu saat kita akan ketemu lagi hal demikian. Kenapa kita harus menunda dan mundur? Sekarang tinggal kita siapkan diri," tegas dr Ammar.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3