Kisah Dokter Operasi Ibu Hamil PDP Corona: Pakai APD Level 3-Terkendala Sarana

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 19:14 WIB
ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi bernama dr Ammar Siradjuddin, SpOG(K) berbagi kisah ketika melaksanakan prosedur operasi kepada ibu hamil yang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) virus Corona (COVID-19). dr Ammar menyebut kondisi sang ibu saat itu mengkhawatirkan.

Pengalaman menegangkan itu dialami dr Ammar pada Senin (6/4/2020) malam. Seorang Ibu hamil tiba di salah satu rumah sakit di Banten saat usia kandungannya memasuki minggu ke-38.

"Satu hal yang membuat kita cukup tercengang menghadapi kasus ibu hamil, di mana dalam kondisi memberatkan kehamilannya di antaranya dia menderita gangguan jantung, kemudian darah tinggi ditambah ada kasus pada paru-parunya itu banyak timbunan cairan," kata Ammar kepada detikcom, Kamis (23/4/2020).

Ditambah lagi, pasien menampakkan gejala ISPA seperti batuk dan sesak napas. Setelah dilakukan proses screening oleh tim COVID-19 rumah sakit setempat, akhirnya ia didiagnosa sebagai PDP Virus Corona.

"Jadi pasien ini kalau saya nggak salah datangnya malam (6 April 2020). Seperti alur layanan di IGD RS kita bahwa pasien yang datang dengan keluhan ISPA, batuk, pilek, sesak. Karena waktu itu pasien datang dalam keadaan sesak," ucap dr Ammar

"Jadi dengan pertimbangan ini, yang kita lakukan pertama lakukan screening dulu. Pasien pada waktu itu, sebelum screening kita lakukan stabilisasi keadaan pasiennya, sesak kita berikan oksigen, kita berikan obat-obatan, kami konsul ke dokter jantung. Kemudian, dengan status PDP-nya kami konsul ke tim COVID-19. Dari tim COVID, diputuskan lah bahwa diagnosanya PDP," lanjutnya.

Melihat kondisi kesehatan pasien yang semakin buruk, dr Ammar pun memutuskan operasi sesar harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan sang ibu serta kandungannya.

"Hal ini yang membuat seorang dokter dalam hal ini saya harus memutuskan bahwa kehamilan ini harus diakhiri. Berdasarkan penilaian dan pemeriksaan saat itu mengakhirinya dengan operasi sesar. Karena kalau diupayakan melahirkan secara normal dengan induksi, itu akan membahayakan jantung pasien. Dan ini berakibat memperberat bahkan beresiko kematian kepada pasien," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3