Peneliti Kemdikbud: Makna Mudik Sudah Bergeser ke Lebaran

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 19:02 WIB
Sejumlah calon penumpang bersiap naik bus di area Terminal Jatijajar, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Pemerintah memutuskan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 bagi masyarakat mulai berlaku Jumat (24/4) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.
Foto ilustrasi aktivitas mudik. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan mudik merupakan aktivitas momen Lebaran sedangkan pulang kampung tidak terkait Lebaran. Peneliti dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengamati kata 'mudik' sudah mengalami pergeseran makna.

"Dalam perkembangannya, mudik dikaitkan dengan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Kata 'mudik' sudah mengalami pergeseran makna secara semantik, karena pada asalnya 'mudik' tidak dikaitkan dengan lebaran," kata peneliti Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kembidkbud, Sriyanto, kepada detikcom, Kamis (23/4/2020).

Sulit untuk memastikan kapan persisnya makna mudik bergeser menjadi istilah momen Lebaran. Pergeseran makna ini terjadi secara alamiah dan lumrah sebelum Jokowi pada akhirnya menyampaikannya ke publik. Namun, pada dasarnya kata mudik tidak terkait langsung dengan momen Lebaran.

"Secara morfologi, kata mudik berasal dari kata 'udik' yang artinya hulu sungai. Untuk membentuk kata kerja, maka kata 'udik' berubah menjadi 'mudik'. Mudik berarti menuju asal mula, yakni ke kampung atau desa," kata Sriyanto.

Pergeseran makna adalah hal biasa dalam bahasa. Maka diperlukan penyempurnaan-penyempurnaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bila perlu, makna 'mudik' dalam KBBI bisa ditambah menjadi aktivitas yang berkaitan dengan lebaran.

"Kalau dirasa perlu, nanti bisa ditambah makna," kata dia.