BNPB Ulas Proses Penanganan Wabah Virus Corona di Indonesia

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 22 Apr 2020 22:38 WIB
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Agus Wibowo (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Agus Wibowo (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengulas proses penanganan penyebaran virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Begini proses penanganannya.

BNPB mengatakan penyebaran virus Corona dimulai 19 Desember 2019. Saat itu, kasus positif virus Corona hanya ditemukan di Wuhan, China.

Pada 23 Januari 2020, otoritas China melaporkan sebanyak 571 kasus positif virus Corona dengan 17 kematian terjadi di Wuhan. Demi menekan laju penambahan kasus positif virus Corona, otoritas setempat memilih untuk melaksanakan lockdown Wuhan.

Atas kondisi ini, timbul desakan dari berbagai pihak untuk memulangkan WNI yang berada di Wuhan. Per 28 Januari 2020, BNPB mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Keadaan Tertentu Darurat COVID-19. Bersamaan dengan ini, BNPB dan beberapa kementerian/lembaga mengadakan rapat yang salah satu topiknya yakni membahas pemulangan WNI dari Wuhan.

"Kemudian ada isu kepulangan WNI di Wuhan ke Indonesia. Kemudian tanggal 28 Januari, karena ada desakan, kita adakan rapat. Inilah kita tetapkan status darurat bencana. Waktu itu, waktunya sebulan, kemudian diperpanjang sampai Mei," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB Agus Wibowo dalam sebuah diskusi bertajuk 'Satu Asa Lawan COVID-19' yang digelar secara virtual oleh lembaga survei KedaiKOPI, Rabu (22/4/2020).

"Lalu Januari, kita pertama rapat dengan Kemenko PMK dan beberapa menteri untuk rencana memulangkan WNI dari Wuhan," lanjutnya.

Akhirnya, pada 1 Februari 2020 pemerintah memulangkan WNI dari Wuhan. Sebelum diantar ke kampung halamannya, para WNI dikarantina selama 14 hari di Natuna. Pada 28 Februari 2020 pemerintah memulangkan WNI yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) World Dream.

"Kemudian 1 Februari kita jemput, tanggal 2 (Februari) masuk ke Natuna, di isolasi dan observasi selama 14 hari. Kemudian tambahan lagi tanggal 28 Februari ABK World Dream," ulas Agus.

Tidak hanya itu, pada 1 Maret 2020 pemerintah kembali memulangkan ABK di Kapal Pesiar Diamond Princess. Sebelum akhirnya, pada 2 Maret 2020 Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kasus pertama positif virus Corona di Indonesia.

"Kemudian, 1 Maret kedatangan ABK Diamond Princess nih, kemudian 2 Maret diumumkan ada dua kasus (positif COVID-19) di Indonesia di klaster dansa," ujar Agus.