Masuk 12 Daftar Distribusi, Kaltim Belum Terima PCR untuk Tes Corona

Yovanda - detikNews
Rabu, 22 Apr 2020 20:29 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak (Suriyatman/detikcom)
Foto: Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak (Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Kalimantan Timur (Kaltim) masuk ke dalam daftar 12 provinsi yang akan mendapatkan kiriman alat tes kilat untuk mendeteksi virus Corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Tapi sejak diumumkan 2 pekan lalu, alat tersebut belum juga tiba.

"Belum ada, belum ada kabar," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kaltim, Andi M Ishak, saat dimintai konfirmasi, Rabu (22/4/2020).

Alat tersebut masih ditunggu kehadirannya di Kaltim. Meski belum memiliki PCR sendiri, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim tetap melakukan uji swab laboratorium.

Saat ini Gugus Tugas COVID-19 Kaltim harus melakukan uji laboratorium dengan mengirim ke daerah lain.

"Rapid test hanya untuk keperluan screening, tidak untuk diagnosis konfirmasi COVID. Jika hasil rapid test reaktif, maka harus dilanjutkan dengan uji swab laboratorium," jelas Plt Kadinkes Kaltim ini.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah mendatangkan alat tes untuk mendeteksi virus Corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Alat-alat ini diboyong langsung dari Swiss dan diklaim mampu melakukan tes hingga 10 ribu kali per hari.

"Detailnya adalah dua buah magnipicture 96, ini adalah automatic RNA untuk ekstraktor. Biasanya di Indonesia ada yang manual dan matic, nah ini kita hadirkan dua buah yang untuk tes RNA (kapasitasnya) bisa 1.000 per hari. Kemudian kita menyiapkan ada 18 buah namanya light cycle untuk detector PCR kapasitasnya capai 500 ribu tes per hari. Kalau sudah terinstall semua, Alat tersebut satu hari bisa capai 8-10 ribu kita bisa mengetahui hasil tesnya. Kalau gini, dalam sebulan kita bisa capai hampir 300 ribu orang yang sudah di tes sehingga bisa mengejar dengan PCR untuk memastikan apakah orang tersebut positif Corona atau tidak," kata Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB pada Rabu (8/4).

Alat ini didatangkan setelah Kementerian BUMN menjajaki kerja sama dengan laboratorium di Swiss untuk mendatangkan alat tes Corona ke Indonesia. Ada 12 daerah yang akan mendapatkan alat tersebut termasuk Kaltim.

"Sekitar 3 minggu lalu kita sudah berhasil bernegosiasi dengan laboratorium di Eropa yaitu Swiss, yaitu Roche dan berhasil beli alat, kemarin sudah datang ke Indonesia sekitar hari Sabtu lalu. Kalau sudah terinstall semua, Alat tersebut satu hari bisa capai 8-10 ribu kita bisa mengetahui hasil tesnya," ujarnya.

"Alat ini sudah hadir di Indonesia, sudah di-setup. kita sudah mulai diinstall di salah satu RS Jakarta. Semua alat ini disebar di beberapa provinsi, ada di Jakarta, Jabar, Jatim, Bali, Lampung, Sumsel, Sumbar, Kaltim, Sulsel dan di Papua. Ini akan kita sebar," tambahnya.

(jbr/tor)