Panduan Ibadah Ramadhan Pemkot Bengkulu: Tarawih di Rumah-Salat Id Ditiadakan

Hery - detikNews
Rabu, 22 Apr 2020 19:47 WIB
Walkot Bengkulu Helmi Hasan (Hery-detikcom)
Foto: Walkot Bengkulu Helmi Hasan (Hery-detikcom)
Bengkulu -

Pemerintah Kota Bengkulu mengeluarkan surat edaran panduan ibadah di bulan Ramadhan. Panduan itu mengatur soal pelaksanaan salat Tarawih hingga salat Id.

Dilihat detikcom, Rabu (22/4/2020), hal tersebut diatur dalam surat edaran (SE) Nomor: 800/128/B.III/2020 tentang Panduan Ibadah Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H di Tengah Pandemi Wabah COVID-19. Surat itu diteken Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan.

Surat ini dikeluarkan berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor: 6 tahun 2020. Ada delapan poin dalam surat tersebut. Berikut isi lengkapnya:

1. Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan baik berdasarkan ketentuan ibadah

2. Berkaitan dengan penyelenggaran ibadah sunah selama bulan suci Ramadhan 1441 H/2020 M seperti salat Tarawih, tadarusan Al-Qur'an, dilaksanakan dengan mengedepankan keutamaan menjaga kesehatan dan menghindari berkumpulnya banyak orang, untuk dilaksanakan di rumah masing-masing sesuai sunah Rasulullah untuk menyinari rumah dengan tadarusan Al-Quran

3. Sahur dan buka puasa dilakukan di rumah masing-masing dengan keluarga, tidak perlu sahur on the road arau iftharjama'i (buka puasa bersama)

4. Peringatan Nuzulul Qur'an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan

5. Tidak melakukan iktikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan di masjid atau musala

6. Pelaksanaan salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjemaah, baik di masjid atau di lapangan ditiadakan

7. Silatuhrahmi atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri, sebaiknya dilakukan melalui media sosial dan video call atau conference

8. Pasar kaget atau pasar tumpah yang biasa dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan dilarang atau ditiadakan.

(haf/haf)