Rawat Pasien Corona Meninggal, 5 Dokter-12 Perawat di Kalteng Dikarantina

ADVERTISEMENT

Rawat Pasien Corona Meninggal, 5 Dokter-12 Perawat di Kalteng Dikarantina

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 16:45 WIB
Poster
Foto Ilustrasi Penanganan Pasien Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Sampit -

Sedikitnya 5 dokter dan 12 perawat di RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dikarantina. Mereka dikarantina usai menangani pasien asal Kabupaten Seruyan yang meninggal dunia di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya yang diduga terjangkit virus Corona (COVID-19).

"Belum ada keputusan untuk mereka masuk ODP karena ada pemeriksaan beberapa check list dari Gugus Tugas, nanti dilihat skornya. Juga tergantung hasil penelitian riwayat pasien ini, apakah masuk dalam klaster yang kontak erat dengan pasien COVID-19 klaster di Kotawaringin Timur atau Seruyan, atau ada riwayat perjalanan ke daerah terjangkit maupun kontak dengan pasien positif COVID-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kotawaringin Timur, dr Faisal Novendra Cahyanto saat dikonfirmasi di Sampit, Selasa (21/4/2020), seperti dilansir Antara.

Faisal menjelaskan, Senin (21/4) kemarin, RSUD dr Murjani Sampit menerima seorang pasien laki-laki berusia 51 tahun yang berasal dari Kabupaten Seruyan. Saat melayani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pelayanan lainnya yang ada kontak, semua petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) level 1 sesuai standar kesehatan.

Sempat dilayani di IGD, pasien ini kemudian dirujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Saat ditangani di rumah sakit itu, pasien tersebut meninggal dunia.

Rapid test yang sempat dilakukan menunjukkan pasien positif atau reaktif COVID-19. Hanya, saat itu belum sempat dilakukan swab sehingga belum dinyatakan positif COVID-19.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT