Jokowi: FAO Peringatkan Pandemi COVID-19 Dapat Sebabkan Krisis Pangan Dunia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 12:08 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai masker saat melantik Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Ahmad Riza Patria resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta seusai dilantik Presiden Joko Widodo.
Jokowi (Hafidz Mubarak A/Antara Foto)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya memperhatikan stok bahan pangan di masa pandemi COVID-19. Jokowi menyampaikan peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) soal ancaman krisis pangan akibat virus Corona.

"Seperti pada rapat yang lalu sudah saya sampaikan bahwa FAO memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 ini dapat menyebabkan krisis pangan dunia. Ini hati-hati," kata Jokowi dalam siaran Sekretariat Presiden, Selasa (21/4/2020).

Jokowi menyebut negara penghasil beras bakal mementingkan kepentingan sendiri di saat pandemi. Jokowi ingin Indonesia memperhatikan betul stok pangan.

"Oleh sebab itu, setiap negara, terutama negara-negara produsen beras, akan lebih memprioritaskan kebutuhan mereka sendiri, kebutuhan dalam negeri mereka," ucap Jokowi.

Selain itu, Jokowi menyebut rantai pasok pangan bakal terganggu selama pandemi Corona. Sekali lagi, Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk mengecek ketersediaan pangan.

"Dan rantai pasok bahan pangan akan terganggu karena kebijakan lockdown. Jadi kebijakan lockdown juga mempengaruhi rantai pasok bahan pangan ini," sebut Jokowi.

"Saya ingin menekankan yang pertama pastikan ketersediaan bahan pokok, hitung yang betul berapa produksi beras kita. Kemudian perkiraan produksi beras pada saat masuk ke musim kemarau juga cadangan beras nasional kita cukup untuk berapa lama. Betul-betul harus dihitung. Jangan overestimate," tegas Jokowi.

(gbr/zlf)