Jokowi: Jangan Ada yang Anggap Kita Tutup-tutupi Data soal Corona

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 11:21 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memakai masker saat melantik Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Ahmad Riza Patria resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta seusai dilantik Presiden Joko Widodo.
Presiden Jokowi. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajarannya menyampaikan keterbukaan informasi perihal kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia. Jokowi enggan pemerintah dianggap menutup-tutupi data.

"Mengenai komunikasi yang terbuka, sistem informasi data yang terbuka kepada semua pihak. jangan ada yang menganggap-anggap lagi kita ini menutup-tutupi," kata Jokowi dalam rapat terbatas laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Senin (20/4/2020).



"Tidak ada sejak awal kita ingin menutup-tutupi masalah-masalah yang ada," imbuhnya.

Masalah keterbukaan data juga sebelumnya pernah disampaikan Jokowi. Jokowi meminta pihaknya transparan.



Mengenai data kasus corona, pemerintah menyatakan tak akan pernah memasukkan data pasien meninggal yang statusnya belum terkonfirmasi. Hal tersebut disampaikan juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto.

"Sembuh 686 orang dan yang meninggal 582 orang. 582 ini adalah kasus yang meninggal konfirmasi positif COVID-19. Tentunya kami tidak memasukkan di dalam angka 686 (582, red) ini pasien yang meninggal dalam status belum terkonfirmasi," kata Achmad Yurianto dalam konferensi pers di BNPB, Minggu (19/4).

(dkp/hri)