Round-Up

Penjelasan Terbaru Gubernur Gorontalo yang Dipolisikan Gegara Bagi Sembako

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Apr 2020 08:37 WIB
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. (Foto: Pemprov Gorontalo)
Gorontalo -

Kegiatan bagi-bagi sembako Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di tengah pandemi Corona (COVID-19) berujung pelaporan ke polisi. Rusli siap bertanggungjawab.

Rusli awalnya dilaporkan oleh warganya bernama Alyun Hasan Hippy. Laporan itu tertuang dalam surat laporan polisi dengan Lomor: LP/135/IV/2020/Siaga-PKT tertanggal 15 April 2020. Acara bagi-bagi sembako digelar Rusli di rumah dinasnya pada 7 April 2020.

Pengacara Alyun, Duke Arie, Rusli Habibie dilaporkan ke Polda Gorontalo karena diduga melanggar Pasal 93 UU Karantina Kesehatan. Sebab, Rusli Habibie membagi-bagikan sembako yang mengakibatkan kerumunan, antrean, dan kemacetan parah.
Kegiatan bagi-bagi sembako Rusli menyedot perhatian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga anggota dewan.

Kemendagri meminta upaya tersebut sebaiknya diikuti dengan protokol kesehatan yang jelas.



Menurut Bahtiar, ada beberapa pola untuk menghindari kerumunan, yakni dengan mengantarkan bantuan door to door dengan manajemen pelaksanaan yang baik.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, tidak sependapat terkait Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang dilaporkan ke polisi karena membuat antrean saat membagikan sembako.

Saleh menilai pembagian sembako yang dilakukan seharusnya tetap memperhatikan aturan PSBB.

Saleh juga menyarankan pemerintah pusat dan daerah harus mulai memikirkan cara lain untuk membagikan bansos tanpa melanggar ketentuan social dan physical distancing. Dia menyebut cara door to door bisa dipertimbangkan.
Atas sorotan tersebut, Rusli Habibie siap bertanggung jawab atas perbuatannya walaupun harus dibui.

Berikut penjelasan terbaru Gubernur Gorontalo yang dipolisikan gegara bagikan sembako saat pandemi Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4