Gegara Pasien Tak Jujur 18 Tenaga Medis di Buol Sulteng Isolasi Mandiri

Mohammad Qadri - detikNews
Minggu, 19 Apr 2020 17:31 WIB
Petugas medis menunjukan rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 yang diambil dari salah satu sampel darah jurnalis di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (07/4/2020). Pihak Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) Kendari melakukan pemeriksaan rapid test kepada para jurnalis di Kendari sebab berpotensi terpapar virus COVID-19 saat melakukan peliputan. ANTARA FOTO/Jojon/foc.
Ilustrasi Rapid Test (Jojon/Antara Foto)
Buol -

Sebanyak 18 tenaga medis yang bekerja di RSUD Mokoyurli, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, diminta mengisolasi secara mandiri. Belasan tenaga medis tersebut diminta mengisolasi secara mandiri setelah berinteraksi dengan pasien yang rapid test-nya dinyatakan positif virus Corona (COVID-19).

"Iya betul hari ini ada 18 tenaga medis yang mengisolasikan diri di rumah masing-masing. Terdiri dari satu dokter penyakit dalam, dua dokter umum, termasuk saya sendiri, dan 15 perawat," kata salah seorang dokter RSUD Mokoyurli, dr Irham, kepada detikcom, Minggu (19/4/2020).

Dokter Irham mengungkapkan, dia dan 17 tenaga medis tersebut sempat menangani pasien yang berobat ke RSUD Mokoyurli. Awalnya, sebut dia, pasien tersebut tidak ditangani sesuai protap pasien terkait virus Corona.

Setelah ditelusuri, ada sejumlah hal yang tidak diberitahukan pasien tersebut kepada para tenaga medis. Salah satunya mengenai riwayat perjalanan ke daerah pandemi virus Corona, yakni Palu, Sulteng.

"Awalnya kami tidak ketahui bahwa pasien tersebut berbohong, sehingga kami tenaga medis berlakukan dia seperti pasien yang derita penyakit pada umumnya, bukan sesuai dengan penggunaan APD SOP penanganan pasien COVID-19," ungkap dr Irham.

"Ternyata setelah dilakukan pengecekan rongseng dada ditemukan kelainan, sehingga dilanjutkan rapid test, dan hasilnya positif," imbuhnya.

Dokter Irham mengaku telah menjalani tes swab. Saat ini, sebut Irham, dia dan 17 tenaga medis lainnya sedang menunggu hasil swab.

(zak/zak)