ADVERTISEMENT

PSBB di Makassar: Tempat Ibadah Ditutup hingga Motor Dilarang Bawa Penumpang

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sabtu, 18 Apr 2020 11:25 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi penyebaran Corona. (Edi Wahyono-detikcom)
Makassar -

Pemerintah Kota Makassar tengah menggodok aturan di luar rumah saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diterapkan pada Jumat 24 April mendatang. Di antara aturan tersebut, tempat ibadah akan ditutup hingga kendaraan roda dua dilarang membawa penumpang.

"Sejumlah poin penting yang diatur dalam rancangan Peraturan Wali Kota Makassar yang sedang digodok yakni aturan aktivitas di luar rumah seperti penutupan sekolah dan siswa diminta belajar dari rumah, proses bekerja dibatasi dan diganti bekerja di rumah, tempat ibadah ditutup sementara namun dibolehkan memutar azan di masjid dan membunyikan lonceng di gereja," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/4/2020).

Ismail melanjutkan, aktivitas warga Makassar di fasilitas umum juga akan dibatasi. Dilarang berkumpul atau berkegiatan di tempat umum dengan jumlah di atas 5 orang.

"Penghentian sementara aktivitas sosial budaya yang menimbulkan kerumunan orang, pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang. Warga yang beraktivitas di luar rumah wajib menggunakan masker," katanya.

Sementara itu, moda transportasi umum dan pribadi tetap diizinkan beroperasi selama PSBB, dengan catatan hanya boleh membawa 50 persen penumpang dari kapasitas yang dimiliki.

"Semua moda baik udara, darat dan laut, baik sifatnya umum dan pribadi tetap berjalan dengan pembatasan jumlah penumpang hanya 50%. Menerapkan jarak aman antar penumpang," ujarnya.

Namun untuk kendaraan roda 2 dilarang membawa penumpang selama PSBB diberlakukan. "Roda dua baik umum dan pribadi dilarang membawa penumpang selain barang," tegasnya.

Ismail menyebut ada sejumlah bidang usaha dan pekerjaan yang tetap diizinkan beroperasi selama PSBB di Makassar. Bidang usaha tersebut ialah usaha dan pekerjaan yang bergerak di bidang pemenuhan kebutuhan pokok, baik itu penyediaan, pengolahan, maupun pengiriman.

"Juga dikecualikan (diizinkan tetap beroperasi) untuk aktivitas pekerjaan di sektor kesehatan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, media cetak dan elektronik maupun online, keuangan, perbankan dan sistem pembayaran, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu" ujarnya.

Imbau Salat Tarawih di Rumah, Kemenag: Sesuai Hadis Rasul:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT