Benda Sejarah dari Kapal Tenggelam di Bangka Belitung, Ini Wujudnya

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 17 Apr 2020 19:18 WIB
KKP
Foto: dok KKP
Jakarta -

Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan (PSDK) dan Perikanan Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melakukan pengawasan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di Desa Kurau, Bangka Belitung. Dari kegiatan tersebut, ditemukan benda-benda diduga BMKT.

Pemantauan BMKT dilakukan untuk mengamankan benda-benda tersebut dari aksi pengangkatan ilegal. Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Matheus Eko Rudianto mengatakan, kegiatan pengawasan dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan Kepala Botanical Group for Enironmental kepada Direktur Jasa Kelautan.

"Sudah menjadi tugas kami pada Direktorat Pengawasan Sumberdaya Kelautan untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat dan melakukan pengawasan terhadap penemuan BMKT," kata Eko dalam keterangan resmi KKP yang diterima detikcom, Jumat (17/4/2020).

Eko menjelaskan, Indonesia memiliki potensi peninggalan BMKT yang sangat besar. Menurut Litbang KKP pada tahun 2000, ada 463 titik lokasi BMKT di seluruh perairan Indonesia dan baru 20 persen yang telah diverifikasi serta 3 persen yang dieksplorasi.

KKPKKP Foto: dok KKP


Dari hasil pemantauan, didapatkan beberapa kategori benda diduga BMKT, di antaranya fragmen keramik, logam mulia, besi, guci ukuran besar, mangkok diameter lebih dari 50 cm, bilahan panah, serta kayu ukuran besar. Belum diketahui jumlah dari benda diduga BMKT tersebut.

"Kami sudah meminta agar benda-benda tersebut diamankan, mengingat lokasinya cukup dekat dengan area publik serta untuk mengantisipasi kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tb Haeru Rahayu.


BMKT, lanjut TB Haeru, dapat digunakan untuk mengetahui nilai sejarah dan ilmu pengetahuan. Selain itu, perlu diketahui pula kemungkinan potensi ekonomi dari benda-benda tersebut. Ia mengatakan, dengan ditemukannya benda-benda bersejarah tersebut diharapkan dapat menjelaskan sejarah mengenai perdagangan, sosial budaya serta peran Bangka Belitung pada masa lampau.


Sementara itu, Direktur Jendera PRL Aryo Hanggono menjelaskan, Ditjen PRL telah menindaklanjuti temuan hasil pengawasan di Bangka Belitung dengan menghubungi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kemendikbud agar dapat membantu dalam proses identifikasi BMKT tersebut.

KKPKKP Foto: dok KKP


"Kami telah mengajukan kepada Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kemdikbud untuk membantu mengidentifikasi asal dan aspek kesejarahan dari benda-benda yang ditemukan di Desa Kurau. Harapan kami, narasi kesejarahan dari benda tersebut dapat menambah pengetahuan dan menjadi daya tarik untuk mendukung pengembangan wisata bahari di lokasi tersebut," jelas Aryo.

KKP tengah meningkatkan pengawasan terhadap BMKT. Pengawasan difokuskan di wilayah dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap kegiatan pengangkatan BMKT secara ilegal. Di antara wilayah yang menjadi fokus pemantauan, yaitu perairan Bangka Belitung Kepulauan Riau, Karawang Jawa Barat, dan Selayar Sulawesi Selatan. Kegiatan pengawasan juga dilakukan di tempat-tempat penyimpanan BMKT, seperti di Cileungsi Bogor, Lodan Jakarta, Sawangan Depok, Batam Kepulauan Riau, dan Belitung.

(ega/ega)