Kemenhub Bahu-membahu Siapkan Fasilitas Tangkal Corona di Pelabuhan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Jumat, 17 Apr 2020 16:51 WIB
Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang bahu membahu menyiapkan berbagai fasilitas dan peralatan untuk menekan penyebaran virus Corona (COVID-19), yang kini telah ditetapkan menjadi bencana nasional.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang Andi Hartono mengatakan sinergitas antara regulator dengan operator merupakan hal penting di tengah wabah virus Corona ini.

"Dalam kondisi saat ini, sinergi yang dilakukan antara Regulator dan Operator serta pengguna jasa dirasa sangat penting dalam menekan penyebaran virus corona di pelabuhan," ucap Andi dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2020).

Andi menambahkan berbagai fasilitas dan peralatan juga telah disiapkan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di Pelabuhan Panjang, seperti dua unit kamar yang dialihfungsikan sebagai ruang isolasi, fasilitas klinik, tim medis yang siap 24 jam, serta penyemprotan disinfektan secara reguler di seluruh area pelabuhan.

Selanjutnya, kata Andi, KSOP Kelas I Panjang juga telah menerbitkan SOP penanganan COVID-19 sejak Januari 2020, serta Surat Edaran tentang Penanggulangan Bencana COVID-19. Dalam surat edaran tersebut, diatur berbagai protokol yang wajib dipatuhi oleh seluruh stakeholder bidang maritim, baik dari sisi pelayaran maupun penyelenggaraan pelabuhan.

"Bagi kapal asing dan kapal domestik selama berada di wilayah Pelabuhan Panjang, seluruh crew kapal tidak diizinkan turun dari kapal dan tetap menjaga jarak aman bagi petugas lapangan, sedangkan untuk kebutuhan crew kapal bisa diakomodir melalui Agen Pelayaran yang terkonfirmasi di bawah pengawasan ketat KSOP bersama KKP," jelas Andi.

Selain itu, KSOP Kelas I Panjang bersama dengan seluruh Insan Maritim Provinsi Lampung juga telah membentuk Crisis Center COVID-19 yang diketuai langsung oleh Kepala KSOP Kelas I Panjang.

Nantinya, menurut Andi, untuk kebutuhan logistik Sumatera dipenuhi melalui Pelabuhan Panjang, bahkan ke depan akan mengalihkan seluruh angkutan barang agar tidak melalui Pelabuhan Bakauheni, serta diharapkan Pelabuhan Internasional Panjang akan menjadi Pelabuhan Hub Regional di Sumatera.

Sementara itu, General Manager Pelindo II Cabang Panjang, Drajat Sulistyo menuturkan pihaknya juga telah melakukan pengetatan terkait penggunaan masker bahkan di lingkungan sendiri.

"Kami tidak mengijinkan karyawan yang masuk tanpa menggunakan masker, dan IPC telah membagikan masker kepada seluruh instansi pelaku usaha di Pelabuhan Panjang," tutur Drajat.

Saat ini trafik kunjungan kapal luar negeri per triwulan pertama tahun 2020 sebanyak 103 Call kapal atau naik 4% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu dengan Gross Tonnage 1.981.000 ton atau naik 11% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

"Artinya pada periode triwulan 1 ini, kapal luar negeri yang berkunjung di Pelabuhan Lampung mengalami peningkatan kapasitas daya angkutnya, hal ini seiring dengan meningkatnya kargo ekspor, seperti Komoditi Karet terealisasi 684 Ton pada triwulan 1 tahun 2020 naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya, begitu juga dengan lada hitam mengalami lonjakan 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," jelas Dia.

Hal yang sama terlihat dengan komoditi lain seperti Kopi, Udang Segar dan Crude Glycerine mengalami kenaikan dengan rata-rata 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Namun juga ada penurunan kunjungan kapal dalam Negeri periode triwulan 1 tahun ini terealisir sebanyak 331 Call Kapal atau turun 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, hal ini seiring dengan adanya wabah Corona yang telah merata hampir di semua daerah sehingga para pelaku usaha mengurangi produksi harianya," pungkasnya.

(akn/ega)