ADVERTISEMENT

Pj Walkot Makassar Susun Perwali PSBB, Warga Langgar Aturan Dipidana

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 17 Apr 2020 13:14 WIB
Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb
Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb. (Noval/detikcom)
Makassar -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar mulai disosialisasi hari ini. Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengaku masih menyusun peraturan wali kota (perwali) terkait PSBB yang di dalamnya diatur sanksi pidana bagi warga yang melanggar aturan PSBB.

"Lebih banyak sebenarnya tindak pidana ringan, makanya yang berperan di dalam itu Satpol PP. Namun kan Satpol PP itu korwasnya adalah polisi. Nah polisi yang sebagai penyidikannya," kata Iqbal di Makassar, Jumat (17/4/2020).

Iqbal memastikan Perwali terkait PSBB Makassar akan selesai paling lama 2 hari ke depan atau sebelum PSBB benar-benar diterapkan. Dia menegaskan setiap sanksi pidana bagi yang melanggar PSBB tertuang dalam perwali dengan mengacu undang-undang yang berlaku.

"Sanksi tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku, ada Undang-Undang Karantina, Undang-Undang tentang Transportasi, Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang tentang Kepolisian, dan semua itu sanksinya sesuai undang-undang yang berlaku," tegasnya.

Pemkot Makassar bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang unsur TNI hingga Polri mulai hari ini mulai menyosialisasi penerapan PSBB di Makassar. Sosialisasi akan berlangsung selama 4 hari atau hingga Senin (20/4) mendatang. Setelah itu penerapan PSBB masuk tahapan uji coba selama 3 hari atau dari Selasa (21/4) hingga Kamis (23/4).

"Tanggal 24 mulai penerapan, sebenarnya kan tanggal 21 itu sudah mulai penerapan, tapi itu sifatnya masih uji coba selama 3 hari," kata Iqbal.

"Kita harapkan nanti dalam pelaksanaannya tidak ada lagi masyarakat yang melakukan pelanggaran PSBB hanya karena persoalan tidak tahu atau tidak mengeri persoalan PSBB. Setelah tahapan uji coba ini baru kita mulai dengan penegasan-penegasan (pemberian sanksi)," imbuhnya.

(nvl/zak)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT