Ketua Komisi III Dukung Polri Utamakan Langkah Persuasif Hadapi Konflik Sosial

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 17 Apr 2020 12:17 WIB
Ketua Komisi III DPR Herman Hery (Foto: Rolando/detikcom)
Herman Hery (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi III DPR Herman Herry mendukung Polri mengedepankan langkah persuasif terkait gejolak masyarakat di tengah pandemi virus Corona baru (COVID-19). Herman berharap Polri betul-betul menjadi pengayom masyarakat.

"Kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak yang diberikan dan dijamin oleh konstitusi di dalam sebuah negara demokrasi. Hanya, dalam kondisi psikologis masyarakat yang tertekan seperti sekarang, ada kemungkinan muncul gejolak yang berpotensi mengancam kamtibmas. Aparat kepolisian harus memastikan diri bisa betul-betul menjadi pengayom masyarakat sekaligus pengawal kamtibmas," ujar Herman dalam keterangannya, Jumat (17/4/2020).

Hal ini disampaikan Herman terkait Telegram Polri bernomor ST/1184 /lV/OPS.2/2020 yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Agus Andrianto selaku Kepala Operasi Aman Nusa II 2020. Dalam telegram tersebut, Agus memerintahkan jajaran Baharkam mengantisipasi skenario unjuk rasa di wilayah masing-masing.

"Sebagai Ketua Komisi III DPR, saya mengapresiasi dan mendukung kesigapan Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabaharkam Komjen Agus Andrianto dalam menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah dan meredam gejolak di masyarakat," kata Herman.

Menurut Herman, salah satu hal utama yang harus turut dijaga oleh aparat kepolisian dalam kondisi sekarang tak lain adalah terjaminnya distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat. Herman juga berpesan agar petugas di lapangan bersikap profesional.

"Terganggunya distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat, yang mungkin saja terjadi bila ada blokade jalan oleh pihak manapun, akan sangat mungkin menimbulkan gejolak yang tidak kita inginkan bersama," katanya.

"Petugas kepolisian yang bertugas di lapangan harus betul-betul bersikap profesional dan menjadi pengayom yang diandalkan oleh negara serta masyarakat. Saya paham bahwa mungkin aparat letih, tetapi kepada mereka juga dibebankan tanggung jawab untuk bekerja profesional, tidak memperlihatkan sikap arogan, atau mengucapkan kalimat provokatif saat melakukan pengamanan," imbuh Herman.

Herman berharap tidak ada aksi provokasi. Dia pun meminta masyarakat mematuhi anjuran dan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Saya harap tidak ada lagi aksi provokatif seperti yang terjadi di Sumatera Utara baru-baru ini. Di sisi lain, saya juga meminta warga masyarakat untuk patuh pada anjuran pemerintah terkait protokol pencegahan penyebaran COVID-19 dan menjaga physical distancing demi melawan virus Corona ini," jelasnya.

Tonton juga video Begini Cara Prajurit Kodam Hasanuddin Tangani Konflik Sosial:

(zak/fjp)