Agar Bisa Tekan Penularan Corona, PSBB Perlu Berlaku Sebulan

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 17 Apr 2020 06:28 WIB
Begini kondisi Terminal Kalideres, Jakarta Barat saat penerapan PSBB hari pertama, Jumat (10/4/22020). Nampak beberapa warga memilih untuk tetap mudik.
Begini kondisi Terminal Kalideres, Jakarta Barat saat penerapan PSBB hari pertama, 10 April. (Rifkianto Nugroho/detikcom))
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah berlaku di Jakarta sejak 10 April dan akan berlangsung hingga 23 April. Namun pakar menilai PSBB perlu berlangsung minimal sebulan supaya penularan virus Corona dapat ditekan ke batas aman.

Ini adalah hasil riset para ilmuwan lintas universitas yang tergabung dalam SimcovID. Mereka membuat simulasi hitung-hitungan untuk menjawab pertanyaan 'Berapa lama sebaiknya pemberlakuan PSBB?'. Ringkasan riset ini dirilis SimcovID, bertanggal 16 April 2020.

Tim menggunakan 'R' sebagai simbol reproduksi kasus COVID-19, atau bisa diartikan sebagai nilai kasus positif COVID-19 yang muncul dari satu kasus. Semakin tinggi nilai R, maka semakin tinggi penularannya. Bila nilai R sebesar 2 maka 1 orang yang terinfeksi bisa menularkan ke 2 orang lain. Padahal, nilai R sebesar 1 saja sudah bisa menjadi indikator pandemi COVID-19 bakal berlanjut.

Maka nilai R perlu lebih kecil dari 1 supaya penyebaran virus ini berhenti. Ro adalah simbol reproduksi kasus COVID-19 secara umum, dan Rt adalah simbol reproduksi kasus COVID-19 per hari.

"Di Indonesia, nilai Ro 3.3 sampai 3.8," kata peneliti matematika epidemiologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Nuning Nuraini kepada detikcom. Nuning merupakan salah satu dari sekian banyak pakar di SimcovID yang menggarap simulasi ini.

PSBB perlu berjalan minimal sebulan

Estimasi R bisa dipakai oleh pengambil keputusan untuk menentukan berapa lama PSBB sebaiknya diberlakukan. Jadi berapa lama PSBB perlu diberlakukan?

Efek pemberlakuan lockdown/PSBB akan baru terlihat minimal setelah 2 pekan. Tim SimcovID menyatakan, PSBB bisa mulai dibuka jika angka reproduksi kasus COVID-19 per hari (Rt) sudah lebih kecil dari 1 (Rt<1) selama tujuh hari berturut-turut (sepekan).

Sebagai contoh untuk Jakarta, jika PSBB berjalan dengan baik (Rt=1) dalam tiga pekan, maka minimal pelaksanaan PSBB adalah selama 4 pekan alias sebulan. Demikianlah menurut tim SimcovID yang terdiri dari mayoritas matematikus dan dokter Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Bagaimana bisa para pakar ini menyatakan PSBB minimal perlu sebulan diberlakukan? Ini adalah hasil simulasi hitung-hitungan dengan membandingkan pelaksanaan pembatasan sosial di negara lain. Bahkan lockdown di negara lain juga butuh waktu untuk menimbulkan efek Rt<1.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3