Penembak WN Selandia Baru di Freeport Terungkap, Ini Identitasnya

Saiman - detikNews
Kamis, 16 Apr 2020 16:40 WIB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw saat di Mako Brimob Bataliyon B Timika (Saiman/detikcom)
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw saat di Mako Brimob Batalion B Timika. (Saiman/detikcom)
Timika -

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengungkap identitas pelaku penembakan di area PT Freeport Indonesia yang menewaskan warga negara (WN) Selandia Baru, Graeme Thomas Wall (57). Irjen Paulus mengatakan pelaku bernama Tandi Kogoya tersebut sudah tewas.

"Jadi kami telah mengidentifikasi pelaku penembakan WNA Selandia Baru yang tewas tertembak KKSB di Kuala Kencana. Pelakunya adalah Komandan Batalion Kodap 8 Intan Jaya, pelaku telah tewas tertembak saat penyergapan kamp KKSB di Iwaka, tanggal 9 April 2020 kemarin," kata Irjen Paulus di Mako Brimob Bataliyon B Timika, Kamis (16/4/2020).

Dia mengatakan pelaku teridentifikasi melakukan tindak kejahatan penembakan di beberapa lokasi di Papua. Di bawah pimpinan Sabinus Waker, Tandi Kogoya juga sangat aktif menyerang aparat.

Pada 15 April 2018, Tandi Kogoya pernah ditangkap anggota Polda Papua. Dia divonis penjara 1,5 tahun. Setelah bebas, dia kembali bergabung dengan KKB dan melakukan penembakan di Tembagapura.

Dari perburuan yang dilakukan kepolisian, Tandi Kogoya ternyata berada di kamp KKB yang disergap aparat di Kampung Jayanti Iwaka. Berdasarkan hasil identifikasi, Tandi Kogoya dinyatakan tewas dalam penyergapan tersebut.

"Tandi Kogoya tewas dalam penyergapan itu," tambah Kapolda.

Sebelum terjadi penembakan di kawasan Freeport pada Senin (30/3), sekitar pukul 14.00 WIT. Diketahui, akibat penembakan tersebut, seorang pekerja asal Selandia Baru, Grame Thomas Wall, tewas tertembak.

Tandi Kogoya turun dari Tembagapura dan bergabung dengan kelompok Joni Botak cs. Mereka lalu turun ke kawasan pusat Administrasi PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana dan menembaki karyawan di sana.

Selain itu ada dua karyawan PTFI lainnya yang terluka terkena tembakan. Kedua korban WNI itu kini menjalani perawatan medis di RS AEA Tembagapura. Para korban tertembak setelah mengikuti rapat di lantai dua perkantoran PTFI Kuala Kencana bersama jajaran pimpinan di kawasan dataran rendah untuk membahas penanganan wabah COVID-19.

(jbr/aud)