Ini Isi Video Conference Megawati-Elite PDIP soal Penanggulangan Corona

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 16 Apr 2020 10:27 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah dan kadernya ikut membantu hentikan penyebaran virus Corona. Hal itu diungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menggelar teleconference dengan Mega menyikapi pandemi Corona di Indonesia. Begini potretnya.
Megawati Soekarnoputri saat video conference dengan elite dan kader PDIP (Foto: dok. PDIP)
Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menggelar video conference dengan elite partai dan kader partai yang menjadi kepala daerah. Selain soal rapid test untuk warga, Megawati memerintahkan kepala daerah dan pimpinan Dewan dari PDIP menyiapkan antisipasi menghadapi ancaman PHK akibat virus Corona.

"Ibu Megawati memerintahkan seluruh kader partai, para kepala daerah, dan para pimpinan dewan dari partai untuk menaruh perhatian ekstra pada upaya mengatasi PHK, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam keterangannya, Kamis (16/4/2020).

Menurut Hasto, pihaknya berharap dampak Corona tidak meluas, tapi tetap mengantisipasi jika ada gelombang PHK. Hasto juga meminta kepala daerah menyiapkan jaring pengaman sosial untuk warga di wilayahnya.

"Sesuai perintah Ibu Megawati untuk mengutamakan kepentingan rakyat, kepala daerah yang kami usung menyediakan jaring pengaman untuk rakyat yang penghasilannya berkurang akibat wabah ini," ungkap Hasto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat video conference dengan Ketum PDIP Megawati SoekarnoputriSekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat video conference dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: dok. PDIP)

Selain hal itu, kata Hasto, para kepala daerah dari PDI Perjuangan diminta merealokasi anggaran dan mendorong program padat karya untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sejumlah kepala daerah dalam video conference tersebut juga melaporkan realokasi anggaran yang telah dilakukan.

"Dalam teleconference kelima yang dipimpin Ibu Megawati, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, telah melaporkan realokasi anggaran sebesar Rp 110 miliar. Demikian juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah melakukan realokasi anggaran sehingga tersedia sekitar Rp 300 miliar untuk penanggulangan dampak COVID-19, termasuk program cipta kerja," ujar Hasto.

Hasto mengatakan, berdasarkan analisis IMF dan Bank Dunia, krisis akibat virus Corona adalah pukulan telak bagi ekonomi dunia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menyampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini tidak akan tercapai karena dampak COVID-19.

"Sejarah mencatat kita bisa melalui banyak ujian berat. Dan, ujian kali ini bisa kita lalui dengan gotong royong, semangat berdikari, saling membantu rakyat yang kesulitan," pungkasnya.

Tonton juga video Tak Ingin Jadi Pembawa Virus Corona, 80 Mahasiswa di Makassar Tak Mudik:

(azr/gbr)