Saat Corona Mewabah, 6.000 Lebih Unggas di Sidrap Mati Akibat Flu Burung

Hasrul Nawir - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 18:48 WIB
Petugas Dinas Peternakan Sulsel mengecek peternakan warga yang unggasnya banyak mati (Hasrul Nawir/detikcom)
Petugas Dinas Peternakan Sulsel mengecek peternakan warga yang unggasnya banyak mati. (Hasrul Nawir/detikcom)
Sidrap -

Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan ribuan unggas yang mati mendadak di Kabupaten Sidrap disebabkan terserang virus flu burung (H5N1). Petugas sudah mengecek peternakan warga.

"Dari hasil temuan kami, ribuan ternak yang mati di daerah ini dapat dipastikan terserang virus H5N1," ujar Kepala Dinas Peternakan Sulsel, Azis Zainuddin, saat meninjau lokasi peternakan warga di Kabupaten Sidrap, Rabu (15/4/2020).

Dinas Peternakan Sulsel meninjau bersama Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros. Azis mengimbau peternak tetap mematuhi prosedur dalam memelihara ternak peliharaan.

Dia meminta penyemprotan disinfektan dilakukan secara intens dan rajin membersihkan kandang. Dia juga meminta peternak melaporkan kejadian tak umum yang dialami ternak kepada petugas.

"Jangan ki malu melaporkan kalau ada kelainan yang dialami ternaknya. Daripada banyak ayam yang mati, sebaiknya rasa malu itu dibuang jauh-jauh untuk mencegah kerugian yang lebih besar," pesan Azis.

Pada kesempatan tersebut, Azis juga menyerahkan bantuan cairan disinfektan kepada peternak untuk melakukan penyemprotan di dalam kandang dan sekitarnya. Dia juga meminta peternak mewaspadai penyebaran virus Corona (COVID-19) yang sedang mewabah.

Jumlah angka kematian unggas itik dan ayam terus bertambah. Data terakhir, jumlah kumulatif kematian unggas sejak Februari-April sudah mencapai 6.000-an ekor.

(jbr/jbr)