Panglima TNI Rombak Anggaran, Hampir Rp 200 M untuk Tangani Corona

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 18:07 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Jefrie/detikcom)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merombak anggaran TNI untuk penanganan virus Corona baru (COVID-19). Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Hadi mengatur lagi anggaran TNI.

"Dalam upaya penanganan COVID-19, TNI memerlukan anggaran refocusing sebesar Rp 199,8 miliar," ujar Hadi dalam rapat bersama Komisi I DPR RI, Rabu (15/4/2020).

Hadi membeberkan rincian dari refocusing anggaran yang mencapai Rp 200 miliar itu. Kebutuhan Mabes TNI disebut Rp 25,7 miliar, TNI AD sebesar Rp 39,9 miliar, TNI AL sebesar Rp 64,5 miliar, dan TNI AU sebesar Rp 69,5 miliar.

Hadi menjelaskan refocusing anggaran di Mabes TNI untuk memenuhi kebutuhan alat tes virus Corona. Sedangkan di TNI AD refocusing anggaran untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan lainnya.

"Kebutuhan anggaran refocusing Mabes TNI dialokasikan untuk pengadaan alat laboratorium PCR dan reagen kit khusus Corona virus. Sedangkan kebutuhan anggaran refocusing TNI AD untuk alokasi pengadaan bronchoscopy fujinon, APD, test kit COVID-19, dan swab dengan keperluan smart helmet," ujar Hadi.

Sementara itu, di TNI AL refocusing anggaran untuk pengadaan fasilitas di salah satu rumah sakit. Serta pengadaan alat tes virus Corona hingga vitamin.

"Untuk kebutuhan refocusing TNI AL dialokasikan untuk peningkatan dan pengadaan fasilitas dan sarpras kesehatan berupa peningkatan RS Pasir Angin dan ruang isolasi. Pengadaan peralatan khusus laut, dan materiil, seperti real time PCR, thermal scanner, dan ventilator. Pengadaan APD, reagen rapid test COVID-19, pengadaan vitamin, pemeriksaan COVID-19 dan pengadaan bahan baku sanitizer, dan pemberian insentif tenaga kesehatan," ucap Hadi.

Refocusing anggaran di tubuh TNI AU untuk pemenuhan insentif tenaga medis di sejumlah RS milik TNI AU. Serta pengadaan alat kesehatan, seperti alat pelindung diri.

"Sedang kebutuhan anggaran refocusing TNI AU dialokasikan untuk pembelian insentif tenaga kesehatan di RSPAU dr Harjo Lukito di Jogja, RSAU dr Muhammad Salamun di Bandung, dan RSAU dr Isnawan Antariksa di Halim. Dan pengadaan alat kesehatan berupa APD, rapid test, dan PCR," sambungnya.

Namun selain refocusing anggaran itu, Hadi menyebut adanya kebutuhan anggaran senilai Rp 3,2 triliun. Anggaran sebesar itu disebut Hadi berkaitan dengan kebutuhan pengerahan personel TNI serta pengadaan alat kesehatan untuk rumah sakit TNI.

"Kebutuhan anggaran selain refocusing belum yang terdukung sebesar Rp 3,2 triliun dengan rincian pertama adalah untuk kebutuhan anggaran pengerahan 95 ribu personel TNI selama 150 hari sebesar Rp 1,46 triliun. Waktu kegiatan selama 150 per hari menjadi 90 untuk operasi kontingensi dan 60 hari untuk tahap rehabilitasi atau rekonstruksi. Dan kedua adalah kebutuhan alat kesehatan untuk rumah sakit TNI sebesar Rp 1,81 triliun," imbuh Hadi.

(rfs/dhn)