Jalan Panjang Wiranto Menang Gugatan Rp 23 M Plus Bunga Rp 11 M

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 09:57 WIB
Menkopolhukam Wiranto  saat Blak blakan di detikcom
Wiranto (Rengga S/detikcom)

2012-2014

Menurut Bambang, butuh waktu bertahun-tahun untuk menukarkannya karena uang dalam pecahan SGD 10 ribu. Uang itu diinvestasikan di trading batu bara.

"Tahun 2014 bisnis trading batu bara merugi. Tahun 2015 awal Pak Wiranto meminta agar uang titipan dikembalikan karena beliau tidak mau tanggung jawab atas kerugian investasi," ujar Bambang lewat kuasa hukumnya, Durapati Sinulingga.

2015

Bambang kemudian mengembalikan uang Wiranto. Tahap pertama sebesar USD 500 ribu ditransfer melalui Bank BNI cabang Gambir sehingga uang titipan Wiranto sudah berkurang menjadi SGD 1.233.500 atau setara Rp 12 miliar.

"Saya punya bukti transfer lewat Bank BNI cabang Gambir dan saksi," kata Bambang.

2019

Wiranto menempuh jalur hukum karena sisa uang titipannya tidak kembali. Wiranto meminta Bambang Sujagad Susanto mengembalikan dana sebesar SGD 2.310.000, yang jika dirupiahkan setara dengan Rp 23.663.640.000.

Selain mengembalikan uang yang dipinjam sebesar Rp 23 miliar, Bambang dituntut Wiranto membayar ganti rugi Rp 2,8 miliar. Tidak hanya itu, Bambang juga digugat membayar bunga total Rp 18,5 miliar.

"Menghukum tergugat (Bambang) untuk membayar bunga yang dihitung sejak 24 November 2009 hingga tanggal gugatan a quo diajukan, yaitu sebesar Rp 18.509.699.208," tuntut Wiranto.

Wiranto juga meminta PN Jakpus menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diletakkan dalam perkara ini. Selain itu, menghukum tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 5 juta per hari apabila tidak memenuhi isi putusan ini.

"Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu walaupun ada perlawanan (verzet), banding atau kasasi," pungkas Wiranto.