Kemenkes: 305 Faskes Mampu Laksanakan Tes Cepat Molekuler Corona

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 14 Apr 2020 12:29 WIB
Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Pemerintah akan memanfaatkan mesin tes cepat molekuler (TCM) untuk mendeteksi apakah seorang pasien positif virus Corona (COVID-19) atau tidak. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menyebut sebanyak 300 lebih fasilitas kesehatan (faskes) telah memiliki alat TCM tersebut.

"Kemudian dari jumlah sebanyak 956 tersebut ini terdistribusi di 669 rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan COVID. Sementara di rumah sakit tersebut terdapat 298 rumah sakit yang memiliki TCM. Terdapat 7 TCM di BBLK Lapkesda, sehingga total fasyankes yang mampu melaksanakan TCM COVID-19 sebenarnya adalah 305 faskes," kata Yurianto dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI yang digelar secara virtual, Selasa (14/4/2020).

Yurianto menjelaskan, sejak 2015, TCM digunakan sebagai sarana untuk memeriksa tuberkulosis (TBC). Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona itu mengatakan, dari 305 faskes yang memiliki TCM, sebanyak 170 di antaranya mempunyai biosafety cabinet (BSC).

"(Dari 305 faskes yang memiliki TCM) di antaranya sebanyak 173 fasyankes memiliki biosafety cabinet," terang Yuri.

Menurut Yuri, penggunaan TCM untuk mendeteksi virus Corona baru sekitar 50 persen. Dengan demikian, sebut dia, pendeteksian virus Corona menggunakan TCM masih bisa dioptimalkan.

"Rata-rata nasional penggunaan TCM masih 50 persen, sehingga masih bisa dioptimalkan untuk pemeriksaan COVID-19 dengan tetap memperhatikan biosafety dari masing-masing laboratorium," tutur Yuri.

Sebelumnya, pemerintah akan memanfaatkan mesin TCM untuk mendeteksi apakah seorang pasien positif virus Corona atau tidak. Mesin tersebut sudah tersebar di 132 rumah sakit di Indonesia.

"Kita akan melakukan untuk memanfaatkan mesin-mesin pemeriksaan TCM, yang selama ini sudah tergelar lebih 132 rumah sakit, dan di beberapa puskesmas terpilih untuk kita konversi, agar mampu melaksanakan pelaksanaan COVID-19," ujar juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan di akun YouTube BNPB, Rabu (1/4).

Dikutip dari detikhealth, pemeriksaan TCM ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge. Tes ini akan mengidentifikasi RNA pada virus Corona pada mesin yang menggunakan cartridge khusus yang bisa mendeteksi virus ini.

Hasil tes TCM ini dapat diketahui dalam waktu kurang dari dua jam untuk menentukan pasien positif maupun negatif. Nantinya tes pemeriksaan ini tidak perlu melakukan pemeriksaan spesimen ke laboratorium seperti PCR.

27 Ribu Warga di 186 Kabupaten/Kota Sudah Dites Corona Via PCR:

(zak/gbr)