IDI Dukung Jokowi yang Minta Data Kasus Corona Dibuka

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 14 Apr 2020 06:05 WIB
Waketum PB IDI Moh Adib Khumaidi
Sekjen PB IDI Moh. Adib Khumaidi (dok. ist).

Selain itu, menurut Adib, dengan adanya peta persebaran, pemerintah pusat bisa ikut mengawasi seluruh darah. Lalu, bisa menentukan suatu daerah berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tanpa menunggu usulan daerah.

"Kita bicara PSBB atau karantina wilayah, data terbuka, pusat pun bisa memantau tanpa harus ada pengajuan dari wilayah, pusat jua bisa usulkan," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi menggelar rapat terbatas bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Dalam ratas, Jokowi meminta data informasi terkait COVID-19 terintegrasi dengan baik.

"Terkait data informasi saya minta data-data informasi ini betul-betul terintegrasi semua kementerian masuk ke Gugus Tugas," kata Jokowi melalui video yang disiarkan langsung Sekretariat Presiden.

"Sehingga informasi itu semuanya ada, baik mengenai jumlah PDP jumlah PDP di setiap daerah, jumlah yang positif, jumlah yang meninggal jumlah yang sembuh, semuanya menjadi jelas dan terdata dengan baik. Harusnya ini setiap hari bisa di-update dan lebih tepat. Sekali lagi, data terpadu ini menyangkut PDP positif kemudian yang sembuh yang meninggal jumlah untuk yang sudah di-PCR berapa ada semuanya," ujar Jokowi.

Jokowi meminta informasi tersebut dibuka secara umum. Jadi, masyarakat bisa mengakses informasi tersebut.

"Terbuka datanya sehingga semua orang bisa mengakses data ini dengan baik," pungkas Jokowi.

Halaman

(aik/dkp)