Berantas Illegal Fishing, KKP Akan Tambah Waktu Pengawasan di Laut

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 12 Apr 2020 14:14 WIB
Edhy Prabowo
Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ingin menambah jam operasional kapal pengawas di laut untuk memberantas illegal fishing. KKP, melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan tetap mengawasi aktivitas penangkapan ikan secara ketat di tengah pandemi COVID-19.

"Kami sedang mengupayakan penambahan hari operasi pengawasan di laut sebagai salah satu bentuk penguatan pemberantasan illegal fishing," ujar Edhy dalam keterangan resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diterima detikom, Minggu (12/4/2020).

Pada Sabtu (11/4/2020), KKP menangkap lima kapal pelaku illegal fishing. Kelima kapal ditangkap terpisah di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711-Laut Natuna oleh armada KP. Orca 02 dan WPP 716-Laut Sulawesi oleh KP. Orca 01 dan KP. Orca 04.

Dari lima kapal yang ditangkap, tiga di antaranya berasal dari Filipina dan dua lainnya dari Vietnam. Edhy menerangkan, dalam situasi pandemi saat ini ada potensi peningkatkan kasus pencurian ikan di perairan Indonesia. Oleh sebab itu, lanjutnya, pengawasan terus digiatkan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19.

"Saya tentu harus memberikan apresiasi kepada para Awak Kapal Pengawas Perikanan dan seluruh personil yang sangat berjasa di lapangan. Bahkan di tengah pandemi COVID-19 yang mengancam, mereka tetap dengan protokol pencegahan yang baik berhasil melakukan penangkapan terhadap para pelaku illegal fishing", ungkap Edhy.

Sebelumnya, sekitar seminggu lalu KKP menangkap dua kapal ikan asing ilegal asal Vietnam di Laut Natuna Utara. Selama masa kepemimpinan Edhy, KKP sudah menangkap 24 kapal pencuri ikan, terdiri dari 12 kapal berbedera Vietnam, 7 kapal berbendera Filipina dan 5 kapal berbendera Malaysia.

(akn/ega)