Kata PVMBG soal Petir di Gunung Salak Terkait Dentuman di Jakarta-Bogor

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 12 Apr 2020 09:29 WIB
Potret Cantik Kilatan Petir di Dunia
Ilustrasi (Foto: unsplash)
Jakarta -

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengatakan sempat terjadi dentuman petir di sekitar pos pantau Gunung Salak saat terjadi dentuman di Bogor dan Jakarta pada Sabtu (11/4) dini hari. Namun PVMBG menyebut suara petir itu tidak bisa dikaitkan dengan penyebab dentuman.

"Petugas pos pengamatan gunung api di sana seperti biasa memasukkan laporan umum keadaan cuaca sekitar pos. Dilaporkan cuaca cerah, tidak hujan namun mendengar suara dentuman petir, berarti dari sebelahan wilayah pos, karena kalau di dekat pos mungkin cuaca tidak cerah. Jadi tidak ada laporan spesifik itu dari Gunung Salak," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api dari (PVMBG) Kementerian ESDM Hendra Gunawan saat dihubungi, Minggu (12/4/2020).

Hendra mengatakan suara petir belum bisa dijadikan sumber dentuman. Dia mengatakan pos pantau hanya melaporkan kejadian di lapangan.

"Oh bukan (dari aktivitas Gunung Salak), pemberian info petugas pos Gunung Salak hanya laporan untuk keperluan keadaan sekitar pos saja, di wilayah jauh dari pos (apalagi ke Jakarta) sudah bukan kapasitasnya lagi memberi info keadaan di sana," jelas Hendra.

Hendra mengatakan tugas PVMBG hanyalah memantau aktivitas gunung api. Dia menegaskan aktivitas Gunung Salak pada saat kejadian terpantau pada level normal.

"Ini ada info dari bidang keilmuan lain (karena PVMBG hanya dalam kapasitas bekerja untuk monitoring gunung api saja). Betul, karena aktivitas Gunung Salak level normal," ungkapnya.

Diketahui, dentuman yang terdengar oleh warga Jakarta hingga Kabupaten Bogor pada Sabtu (12/4) dini hari belum kunjung diketahui sumbernya. Dentuman pada dini hari itu masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Dentuman itu terdengar dari Jakarta hingga Kabupaten Bogor pada Sabtu (12/4) sekitar pukul 02.00 WIB hingga 03.00 WIB. Spekulasi berkembang, dentuman itu berkaitan dengan letusan Gunung Anak Krakatau. Namun spekulasi segera dibantah oleh lembaga yang menangani urusan gunung berapi.

"Saya sudah cek ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di dekat Pantai Carita, tidak terdengar bunyi letusan sejak kemarin malam. Karena memang letusannya relatif kecil (tinggi letusan 600-an meter dari muka air laut)," kata Kepala Bidang Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan, saat dihubungi detikcom, tak lama setelah dentuman-dentuman itu mereda.

(lir/dhn)