Surat Terbuka untuk Jokowi, Perhimpunan Dokter Umum Soroti Kelangkaan APD

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 22:07 WIB
Petugas medis Puskesmas Kuta Alam memakai jas hujan plastik sebagai Alat Pelindung Diri (APD) untuk melayani pasien di Banda Aceh, Aceh, Senin (6/4/2020). Petugas medis di tingkat puskesmas terpaksa menggunakan jas hujan karena keterbatasan APD yang sesuai standar guna mencegah penularan virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/wsj.
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)

PDUI juga menyoroti sejumlah pernyataan menteri Jokowi terkait COVID-19 dianggap tidak tepat. PDUI menyayangkan pernyataan salah satu menteri yang menjanjikan masker dapat disebarkan secara nasional pada akhir Maret lalu yang belakangan, menurutnya, belum ada masker yang diproduksi.

"Yang Mulia Bapak Presiden lupakan perkataan menteri mu bahwa 'corona penyakit yang sembuh sendiri'. Lupakan ucapan menteri mu bahwa harga APD tinggi karena 'salahmu kok beli'. Lupakan janji menteri mu bahwa pada 31 Maret 2020 ada 4,7 juta masker produksi BUMN siap disebar ke seluruh negeri, yang belakangan diakui 'belum ada BUMN produksi APD'," ujar Abraham.

PDUI juga menyoroti banyaknya jumlah kasus terkonfirmasi yang mana tidak semua warga dapat dites swab. Sementara banyak warga yang menunggu agar bisa dilakukan tes dengan kondisi yang prihatin.

"Yang Mulia Bapak Presiden lihat setiap hari berapa banyak rakyat negeri ini mati, lihat berapa banyak rakyat negeri ini yang terbaring sesak di ruang isolasi tanpa bisa ditunggui sanak famili. Lihat berapa banyak setiap hari pertambahan kasus konfirmasi, hanya dari yang diseleksi untuk dilakukan tes konfirmasi," ujar Abraham.

"Sementara disana-sini masih banyak yang menunggu dijadwalkan tes, masih belum ada dacron swab dan VTM, dengan kondisi yang penuh iba, dengan kondisi yang sengsara, dengan kondisi yang terbaring sendiri tanpa didampingi anggota keluarganya, entah sampai berpisah atau semoga bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarganya," imbuhnya.

Terakhir, PDUI meminta Jokowi menyelamatkan sebanyak-banyaknya nyawa anak bangsa dari derasnya arus sebaran COVID-19 yang mematikan. PDUI meminta pemerintah mengupayakan melakukan tes sebanyak-banyaknya kepada masyarakat dan menyediakan banyak rumah sakit agar bagi warga yang terpapar tak lagi kesusahan mencari RS rujukan hingga nyawanya tak tertolong.

"Lakukanlah sebanyak-banyaknya tes antigen corona virus, temukan sebanyak-banyaknya rakyat mu yang terpapar virus corona, amankan, ambil dan lakukanlah layanan kesehatan yang sesuai standar. Siapkanlah sebanyak-banyaknya Rumah Sakit, sehingga tidak akan ada satu orang pun yang kesulitan mencari rumah sakit hingga terkapar tak terobati," ujarnya.

"Jangan ada di kemudian hari di kedukaan abad ini akan mencatat namamu sebagai pemimpin yang terlena dan tak berdaya menghadapi corona. Jangan ada cerita pada cucu cicitmu nanti, negara ini kalah di kala dipimpin kakek buyutnya yang tak siaga melawan corona," tutupnya.


(yld/lir)