Round-Up

Erupsi Anak Krakatau Dibawa ke Spekulasi Dentuman Dini Hari

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 21:36 WIB
Letusan Gunung Anak Krakatau, Jumat (10/4)
Gunung Anak Krakatau erupsi pada Jumat (10/4) malam (dok. PVMBG)
Jakarta -

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. Letusan di Selat Sunda ini kemudian dikait-kaitkan dengan suara-suara dentuman yang terjadi.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Jumat, 10 April 2020, pukul 21.58 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut)," demikian keterangan pada situs Magma Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2020).

Erupsi pertama Gunung Anak Krakatau terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 40 mm dan durasi 72 detik. Letusan kedua terjadi pada pukul 22.35 WIB dan terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 40 mm dengan durasi 2.248 detik atau sekitar 37 menit.

Pada Sabtu (11/4) dini hari, lalu sejumlah warga di Jakarta, Depok, dan Bogor mendengar suara dentuman beberapa kali. Di media sosial Twitter, banyak juga yang bertanya soal asal-usul suara dentuman.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) menyatakan suara dentuman yang terdengar beberapa kali tidak terkait dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Pihak PVMBG tidak mendengar bunyi letusan dari Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (10/4) malam. Letusan Gunung Anak Krakatau ini dinilai relatif kecil.

"Bukan (berasal dari Anak Krakatau), karena letusannya dikategorikan miskin akan gas, lebih bersifat aliran," kata Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan, saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/4/2020).

"Saya sudah cek ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di dekat Pantai Carita, tidak terdengar bunyi letusan sejak kemarin malam," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2