10 Warga Gorontalo Peserta Ijtima Dunia Terindikasi Corona Lewat Rapid Test

Ajis Khalid - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 17:54 WIB
Ilustrasi istilah-istilah terkait virus Corona, apakah semua paham? (Danu Damarjati/detikcom)
Ilustrasi istilah-istilah terkait virus Corona. (Danu Damarjati/detikcom)
Gorontalo -

Sebanyak 167 jemaah peserta Ijtima Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan, merupakan warga Gorontalo. Berdasarkan hasil pemeriksaan lewat rapid test, 10 jemaah di antaranya terindikasi positif virus corona (COVID-19).

"Yang Kota Gorontalo ada 4, Kabupaten Boalemo 1, Kabupaten Pohuwato 4, Kabupaten Gorontalo Utara 1. Jadi sekali lagi saya sampaikan, itu positif tanpa gejala. Kalau sudah ada gejala COVID, langsung kami rujuk ke rumah sakit," ujar jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Gorontalo Darda Daraba, Sabtu (11/4/2020).

Darda mengatakan jemaah yang ikut Ijtima Dunia di Gowa saat ini sudah dikarantina di Asrama Haji. Total ada 167 warga yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.



"Yang kami dapatkan sampai Sabtu sore ini, untuk Kota Gorontalo ada 19, Kabupaten Gorontalo ada 75 orang, Boalemo ada 31, Pohuwato ada 4 orang, kemudian Bone Bolango ada 2, dan Kabupaten Gorontalo Utara ada 36 orang. Total ada 167, usai dites rapid yang negatif 157. Yang sepuluh terindikasi," ujar Darda.



Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelesaikan juknis tentang masalah pemberian bantuan atau jaring pengaman sosial korban virus Corona.

"Kami targetkan maksimal tanggal 15 jaminan pengaman sosial akan kami bagi-bagikan. Apalagi kita sudah ada positif satu orang dan kini dirawat di rumah sakit serta ada beberapa orang jemaah tablig yang ikut di Gowa. Alhamdulillah, mereka sudah mau dan bersedia untuk dilakukan karantina di Asrama Haji," ujar Rusli.

(dkp/dkp)