Cegah Corona, Jam Operasional Bandara Minangkabau Dipersingkat Mulai 16 April

Sulthan Jeka Kampai - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2020 16:28 WIB
Bandara Internasional Minangkabau
Foto: Sulthan Jeka Kampai
Jakarta -

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), memangkas jam operasional guna mendukung upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang BIM Yos Suwagiyono mengatakan dipersingkatnya jam operasional demi menjaga aspek kesehatan penumpang dan personel bandara.

"Pada masa penuh tantangan akibat mewabahnya Covid-19 ini, yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan traveler serta personel bandara. Kami sudah melakukan penyesuaian pola operasional dan penyesuian jam operasional sehingga memungkinkan diterapkannya konsep work from home dan physical distancing bagi personel operasional di bandara," jelas Yos kepada wartawan, Sabtu (11/4/2020).

Jam operasional BIM yang biasanya dimulai sejak pukul 05.00 Wib sampai pukul 24.00 Wib, kini dipangkas menjadi pukul 08.00 Wib hingga pukul 20.00 Wib. Yos mengatakan penyesuaian jam operasional bandara dilakukan terhitung 16 April 2020 sampai dengan 15 Mei 2020 mendatang.

"Kebijakan ini telah mendapat persetujuan dari regulator, dengan diterbitkannya Notice to Airmen terkait jam operasional bagi masing-masing bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura II," kata Yos.

"BIM merupakan satu dari sejumlah bandara yang jam operasionalnya dipersingkat di tengah pandemi COVID-19," sebutnya.

Selain BIM, bandara lain yang mengalami penyesuaian waktu adalah Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) Radin Inten II (Lampung), Supadio (Pontianak), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Banyuwangi , Kertajati (Majalengka), Sultan Thaha (Jambi) dan Depati Amir (Pangkalpinang), Fatmawati Soekarno (Bengkulu) serta Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).

"Kita tetap siaga apabila ada pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional dan membutuhkan bandara untuk mendarat. Kami juga siaga jika ada penerbangan terkait medis dan penerbangan logistik khususnya yang mengangkut sampel infection substance CVOID-19." jelas Yos

"Selain itu, bandara juga tetap dibuka jika ada pesawat yang terpaksa mendarat di luar jam operasional bandara karena misalnya ada keterlambatan keberangkatan di titik origin dan lain sebagainya," tambahnya

Simak juga video Bandara di Wuhan Kembali Bernyawa:

(rfs/rfs)