Cek Gedung Bulog, Gubernur Bengkulu Pastikan Stok Beras untuk Warga Aman

Hery Supandi - detikNews
Jumat, 10 Apr 2020 20:53 WIB
Gubernur Bengkulu Cek Gedung Bulog
Foto: Gubernur Bengkulu Cek Gedung Bulog (Hery-detik)
Bengkulu -

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meninjau Gudang Bulog untuk memastikan stok beras aman. Sebab, rencanaya Pemprov Bengkulu akan membagikan beras bulog ini ke masyarakat yang aktivitasnya terhenti karena Corona (COVID-19).

"Berasnya sudah kita cek, kualitasnya bagus dan akan segera disalurkan ke 9 kabupaten 1 kota dalam bentuk kemasan 10 kilogram, khusus kepada masyarakat yang langsung terkena dampak dan terhenti aktivitasnya akibat dampak pandemi COVID-19," jelas Rohidin kepada wartawan, Jumat (10/4/2020).

Rohidin menyampaikan Provinsi Bengkulu memiliki persediaan stok beras sebanyak 200 ton yang disimpan di gudang Bulog. Nanti, 100 ton beras akan dibagikan ke masyarakat.

"Untuk awal ini kita akan keluarkan 100 ton, ke depan akan ada penambahan kebutuhan lainnya dari APBD Provinsi Bengkulu yang nilainya mencapai Rp 15 Milliar untuk persiapan memasuki ramadhan," ujar Rohidin

Mekanisme pembagiannya, akan dibagi menurut data dari Dinsos, ataupun bisa juga dengan memanggil koordinator perwakilan perkumpulan profesi, seperti ojek, pedagang UMKM, tukang parkir, atau perkumpulan lainnya.

"Tukang ojek, tukang parkir, penjual keliling, pemilik warung kecil di pinggir jalan, dan sebagainya yang utamakan mendapatkan bantuan dalam bentuk bahan pangan pokok seperti beras ini. Pada masa dampak wabah seperti ini, pendataan satu-satu tentu sulit. Jadi sementara, menggunakan data yang ada di Dinas Sosial. Atau melalui asosiasi profesi yang menaungi, dengan begitu masyarakat tidak perlu berkumpul nanti akan disampaikan langsung," kata Rohidin

Sementara, Kepala Perum Bulog Divre Bengkulu, Defrizal mengatakan stok beras yang akan dibagikan dalam ini sebanyak 20 ribu kemasan. "Bulog sifatnya menyiapkan kemasan dan bahan yang akan dibagikan, jika mekanismenya pembagian nanti pihak Pemprov yang membagikan," kata Defrizal.

Diketahui sejak Bengkulu menjadi zona merah, hampir 90 persen pedagang UMKM terpaksa menutup dagangan mereka. Mereka diimbau mentaati aturan physical distancing yang ditetapkan pemerintah.

(zap/zap)