Ini Aturan Berkendara Pribadi Selama PSBB di DKI Jakarta

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 23:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan PSBB di DKI Jakarta. (Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan PSBB di DKI Jakarta. (Dok. Pemprov DKI)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan ini turut mengatur penggunaan kendaraan pribadi selama masa PSBB, salah satunya warga dilarang bepergian menggunakan kendaraan pribadi kecuali untuk membeli kebutuhan pokok.

"Kendaraan pribadi itu diizinkan untuk digunakan hanya untuk bepergian memenuhi kebutuhan pokok. Jadi secara prinsip adalah dilarang bepergian menggunakan kendaraan kecuali untuk memenuhi kebutuhan pokok," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Anies menambahkan, selain untuk memenuhi kebutuhan pokok, kendaraan pribadi diizinkan mengaspal untuk kegiatan yang dikecualikan. Adapun kegiatan yang dikecualikan meliputi aktivitas di instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, perwakilan diplomatik dan organisasi internasional, BUMN, BUMD. Kemudian usaha sektor swasta yang bergerak di bidang kesehatan, bahan pangan makanan dan minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, konstruksi, industri strategis.

Aktivitas kendaraan pribadi yang diizinkan selama PSSB juga yang terkait pelayanan dasar dan utilitas publik, serta industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu. Juga sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari.

"Saya tambahkan sedikit yang terkait dengan penggunaan kendaraan tadi, selain kebutuhan pokok, juga diizinkan untuk kegiatan yang termasuk dikecualikan, jadi kegiatan pemerintahan atau swasta yang di dalam sektor-sektor yang tadi dikecualikan," ujar Anies.

Anies melanjutkan penumpang kendaraan pribadi juga dibatasi menjadi 50 persen dari kapasitas kursi kendaraan. Para penumpang kendaraan pribadi juga diwajibkan menggunakan masker.

"Lalu ada batas maksimalnya bahwa dalam 1 kendaraan roda empat atau lebih jumlah penumpang, yang bisa naik bersamaan adalah 50 persen dari kapasitas kursinya. Bila jumlah kursi bisa untuk 6 orang, maka maksimal 3 orang (yang naik, red) dan semua harus menggunakan masker. Terkait dengan masker ini, semua orang yang meninggalkan rumah wajib menggunakan masker," tegas Anies.

Selanjutnya
Halaman
1 2