Round-Up

Jangan Lengah, Selain Corona Ada Demam Berdarah!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 21:40 WIB
Warga menutup wajahnya dengan kaos saat berlangsungnya pengasapan (fogging) di kawasan Pasar baru, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Kegiatan tersebut guna memberantas nyamuk Aedes aegypti sekaligus mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Foging antisipasi demam berdarah. (M Risyal Hidayat/Antara Foto)

Jumlah penderita demam berdarah di Jawa Timur (Jatim) cukup signifikan. Kadinkes Jatim Herlin Ferliana mengatakan jumlah penderita di Jatim ada 3.280 orang yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

"Jadi ada 3.280 penderita DBD di Jatim, tersebar di 38 kab/kota Jatim," kata Herlin di Surabaya, Kamis (9/4).

Herlin membeberkan wilayah dengan jumlah penderita terbanyak ada di Kabupaten Malang dengan 587 orang. Selanjutnya Kabupaten Jember sebanyak 300 orang.

"Disusul Trenggalek ada 242 orang. Lalu di Pacitan 208 orang, Kediri 138, Trenggalek 135," jelasnya.

Sementara itu, di Sumatera Selatan (Sumsel), penderita demam berdarah tercatat sebanyak 1.542 kasus. Tiga anak-anak dilaporkan meninggal dunia.

Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Sumsel Muyono mengatakan, meski sudah menembus lebih dari 1.500 kasus, terjadi penurunan jumlah pasien setiap bulan.

"Pada Januari ada 623 kasus, Februari 554 kasus, Maret 365 kasus. Jadi setiap bulan terus menurun," ujar Muyono, Rabu (8/4), seperti dilansir Antara.

Kasus DBD yang mencapai 1.542 pada Januari-Maret 2020 juga tercatat menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 dengan 1.683 kasus.

Sementara itu, kasus DBD sejak 1 Januari hingga 6 April 2020 mencapai 1.561 kasus. Kasus paling banyak berada di Kota Palembang dengan 316 kasus dan Prabumulih 207 kasus.

Kasus terbanyak selanjutnya ditemui di Kabupaten Muara Enim sebanyak 157 kasus, Musi Banyuasin 151 kasus, Banyuasin 147 kasus, Kota Lubuklinggau 102 kasus, Lahat 92 kasus, dan Ogan Komering Ulu Timur 79 kasus.

Kemudian di Ogan Ilir ada 68 kasus, Ogan Komering Ilir 65 kasus, Pagaralam 42 kasus, Musi Rawas 37 kasus, Penukal Abab Lematang Ilir 37 kasus, Muratara 24 kasus, Ogan Komering Ulu Selatan 21 kasus, Ogan Komering Ulu 4 kasus, dan Empat Lawang 4 kasus.

Adapun tiga kasus meninggal berasal dari Kabupaten Banyuasin, Muratara, dan Musi Rawas. Ketiganya adalah anak-anak karena mereka terlambat dibawa ke rumah sakit (RS).

Di salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yakni Klaten, angka penderita demam berdarahnya mencapai 131 kasus sejak Januari 2020 hingga awal April ini. Empat orang di antaranya meninggal dunia.

"Sampai pekan 14, DBD total 131 kasus dengan 4 orang meninggal. Itu Januari-April (2020)," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Cahyono Widodo, kepada detikcom, Kamis (9/4).

Cahyono pun telah mengarahkan jajarannya untuk tidak terlena oleh pandemi virus Corona. Masyarakat dan para juru pemantau jentik (jumantik) diminta terus memantau jentik-jentik nyamuk di lingkungannya.

"Kita jangan terlena dengan pandemi COVID-19 dan melupakan untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pemantauan jentik-jentik nyamuk harus terus dilakukan. Terutama di rumah dan lingkungan," ujar Cahyono.

Gejala Demam Berdarah

Selanjutnya
Halaman
1 2 3