18 Perusahaan di Kabupaten Serang Bantu Tangani COVID-19

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 18:19 WIB
Pemkab Serang
Foto: dok Pemkab Serang
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendapat bantuan dari 18 perusahaan swasta dalam penanganan virus Corona (COVID-19). Bantuan berupa beras, sprayer, masker, tisu, cairan disinfektan, hingga alat pelindung diri untuk tenaga medis.

"Alhamdulillah di tengah situasi ekonomi yang terdampak COVID-19, ternyata masih banyak perusahaan yang peduli. InsyaAllah bantuan ini sangat bermanfaat dan akan kami teruskan untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam keterangannya, Kamis (9/4/2020).

Dalam rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Serang pekan lalu, Tatu mengatakan telah meminta sejumlah perusahaan untuk membantu Pemkab Serang untuk menurunkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak.

"Alhamdulillah, permintaan kami direspons dengan baik," ujarnya.

Menurut Tatu, pemerintah pusat tidak menghentikan aktivitas produksi perusahaan, tetapi diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan COVID-19.

"Kebersamaan harus kita kuatkan, saling bahu membahu memerangi COVID-19. Kemudian membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi," ujarnya.

Terdata sebanyak 18 perusahaan yang memberikan bantuan dari wilayah Kabupaten Serang bagian timur. Bantuan juga diberikan oleh PT Chandra Asri dan PT Sulfindo Adiusaha berupa alat pelindung diri (APD) yang akan diberikan kepada tenaga medis.

Humas Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis) Arif Mahdali mengungkapkan, bantuan tercatat sebanyak 23 ton beras, sprayer, masker, tisu, dan cairan disinfektan.

"Bantuan ini bagian dari respons kami atas permintaan bantuan dari Ibu Bupati. Kita harus bersatu membantu masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, masih banyak perusahaan yang akan membantu Pemkab Serang. Kemudian ada juga perusahaan yang memberikan bantuan untuk masyarakat di sekitarnya.

"Sementara ada 18 perusahaan yang bisa membantu. Memang ada juga perusahaan yang terdampak, tapi saya yakin, ke depan masih banyak perusahaan yang membantu," ujarnya.

(ega/ega)