Disinggung Anies, Begini Cara Zaman Belanda Tangani Pandemi Flu Spanyol

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 18:13 WIB
Gubernur Jenderal Dirk Fock, berkuasa saat pandemi flu Spanyol di Hindia-Belanda. (Thilly Weissenborn/Tropenmuseum/Wikimedia Commons)
Gubernur Jenderal Dirk Fock (duduk di tengah), berkuasa saat pandemi flu Spanyol di Hindia-Belanda. (Thilly Weissenborn/Tropenmuseum/Wikimedia Commons)
Jakarta -

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut pembatasan interaksi seperti saat wabah COVID-19 saat ini bukanlah rumusan baru. Pemerintah Hindia-Belanda pernah menerapkannya pada 100 tahun lalu. Berdasarkan catatan sejarah, pemerintah kolonial pernah menerapkan karantina kapal hingga membagikan masker saat wabah flu Spanyol, 100 tahun silam.

Keterangan ini dihimpun detikcom dari karya Priyanto Wibowo dkk dalam buku 'Yang Terlupakan: Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda', diterbitkan pada 2009 atas kerja sama Departemen Sejarah FIB UI, UNICEF Jakarta, Komnas FBPI 2009.

Seratus tahun lalu, pemerintah kolonial Hindia-Belanda menerbitkan Influenza Ordonanntie atau undang-undang terkait penanganan influenza. Drafnya dibikin oleh Kepala Dinas Kesehatan Umum, Dr de Vogel, memakan waktu setahun dengan pro-kontra sana-sini. Namun akhirnya draf itu disahkan menjadi undang-undang pada 20 Oktober 1920 dan berlaku untuk kawasan Hindia-Belanda yang saat itu dipimpin Gubernur Jenderal Dirk Fock.

Berikut ini langkah-langkah penjajah Belanda dalam menangani wabah influenza, penyakit 'flu Spanyol' akibat virus H1N1, seratus tahun lalu:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3