Info Haji
Perlu Perubahan Revolusioner Layani Jamaah Haji
Senin, 12 Des 2005 18:45 WIB
Madinah - Selama ini jamaah haji asal Indonesia memiliki kesan sebagai jamaah kelas 2: bayar mahal, tapi minim pelayanan. Untuk memperbaikinya, perlu perubahan revolusioner dalam pelayanan jamaah haji. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif di sela-sela berkunjung ke Kantor Daker Madinah, Jl. Airport, Madinah, Senin (12/12/2005). "Tapi, ini hanya kesan. Kesannya pelayanan kita kalah dengan Malaysia, Brunei, bahkan Bangladesh," kata dia seperti dilaporkan reporter detikcom Arifin Asydhad dari Madinah. Zaenal datang ke Madinah mengatasnamakan Tim Pengawas Haji DPR. Tim ini beranggotakan 5 anggota DPR, yaitu Rahman Sagaf (PPP/Komisi V), Yusron Ihza Mahendra (PBB/Komisi I), Latifah Iskandar (PBB/Komisi VIII), Nursanita Nasution (PKS/Komisi VI), dan Syafriansyah (PPP/Komisi VIII). Tindakan revolusioner yang perlu dilakukan oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam musim haji yang akan datang adalah perbaikan strategi pencarian pemondokan, transportasi, dan penanganan fisik jamaah. "Selama ini perbaikannya hanya tumbal sulam," ungkap dia. Masih kurangnya pelayanan jamaah haji ini terlihat di Kota Makkah, terutama masalah pemondokan. "Misalnya, soal ukuran pemondokan bagi tiap anggota jamaah haji yang sudah ditetapkan pemerintah Arab Saudi, belum dipatuhi," kata Zaenal. Sementara di Madinah, masalah pemondokan tidak ada masalah. Anggota Tim Pengawas Haji DPR dari Komisi VIII DPR, Latifah Iskandar, menyesalkan terlalu jauhnya pemondokan bagi jamaah haji Indonesia. "Kasihan jamaah karena terlalu jauh dari Kantor Daker dan jauh dari Masjidil Haram," ungkap dia. Anggota lainnya dari Komisi V DPR, Nursanita Nasution, juga menyesalkan terlalu jauhnya pemondokan bagi jamaah haji. Pemondokan nun jauh di sana ini, antara lain terletak di kawasan Aziziyah. "Dari Daker Makkah saja, jaraknya bisa ditempuh dengan mobil dalam waktu 10 menit. Bagaimana nanti kalau jalan kaki," ujar dia.Untuk memantau pelaksanaan haji tahun ini, DPR akan menempatkan dua anggotanya untuk terus memantau. Dua anggota DPR yang akan bertugas memantau pelaksanaan ini adalah Rahman Sagaf (FPPP) dan Nursanita Nasution (FPKS). Kunjungan di Daker MadinahMereka tiba di Kantor Daker Madinah, Jl. Airport, Madinah, Senin (12/12/2005) pukul 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Setibanya di Daker, mereka disambut Kepala Daker Madinah H Ahmad Kartono dan langsung meninjau Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang berada di kantor Daker. Setelah itu, mereka melakukan pembicaraan dengan Kepala Daker dan Wakil Kepala Daker di lantai 2 Kantor Daker. Rencananya, tim ini akan berada di Madinah hingga Selasa (13/12/2005) besok. Sebelumnya, Tim Pengawas ini meninjau persiapan penyelenggaran ibadah haji di Jeddah dan Makkah. Tim ini berada di Arab Saudi sejak Rabu (7/12/2005).
(nrl/)











































