PDP Corona Wafat Sempat Ngeluh Pelayanan RS, Ini Kata Walkot Padangsidimpuan

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 15:43 WIB
closeup of a caucasian doctor man holding a world globe with a protective mask with the word coronavirus written in it
Foto ilustrasi penyebaran virus Corona di RI. (iStock)
Padangsidempuan -

Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Effendi Nasution, buka suara terkait adanya keluhan pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona (COVID-19) yang live di FB tentang Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan. Irsan mengatakan RS tersebut sudah menerapkan standar untuk penanganan pasien Corona.

"Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada persoalan, baik dari segi persiapan tim dokter dan perawat, dari segi ruangan perawatan isolasi walaupun sifatnya masih darurat, karena yang sesuai standar masih kami finishing. Tapi yang darurat itu pun berdasarkan keterangan dokter paru yang sudah ikut latihan di Jakarta, ruangan itu sudah sangat memenuhi," ujar Irsan saat dihubungi, Rabu (8/4/2020).

Irsan menjelaskan RS ini juga sudah ditetapkan sebagai tempat rujukan pasien Corona. RS ini, kata Irsan, juga sudah dilihat kesiapannya oleh Gubsu Edy Rahmayadi.

"Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan sudah ditetapkan melalui keputusan Menteri Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan, sesungguhnya dari awal menurut saya tidak ada persoalan. Semalam bersama pak gubernur kami juga sudah meninjau Rumah Sakit Umum Padangsidimpuan," jelasnya.

Irsan juga menjelaskan RS Padangsidimpuan ini sudah siap menerima pasien Corona. Dia mengatakan saat ini masih ada PDP yang dirawat di RS itu.

"Siap. Bahkan kami sekarang sedang merawat PDP 02. Keadaan alhamdulillah sudah baik," jelasnya.

Sebelumnya, seorang PDP Corona warga Padangsidimpuan meninggal saat dibawa ke Medan. Sebelum dibawa, pasien tersebut sempat live melalui akun FB miliknya saat masih di RS Padangsidimpuan. Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, membenarkan video live itu dilakukan oleh PDP yang meninggal.

Dilihat detikcom di akun Facebook-nya pada Sabtu (4/4), pasien tersebut menuliskan keluhan terhadap rumah sakit tempatnya dirawat. Dia mempertanyakan fasilitas rumah sakit.

"Minta minum saja, dua jam kemudian baru datang. Ini, gimana orang mau makan. Nasinya keras, orang yang sehat saja nggak bisa makan ini. Apalagi saya yang lagi sakit. Ini ruangan rumah sakit Kota Padangsidimpuan. Ya Allah. Sesak," kata dia dalam video.

Dear Pak Edy, Bidan di Medan Bawa Pasien Gejala Corona Ditolak RS:

(zak/zak)