Viral Perawat 'Aku Haus tapi Tak Berani Minum', Ini Cerita Haru di Baliknya

Hasrul Nawir - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 13:09 WIB
Perawat pasien Corona di Sulsel.
Perawat pasien Corona di Sulsel (Foto: Istimewa)
Parepare -

Sebuah foto viral di media sosial menampilkan seorang perawat pasien Corona menuliskan pesan 'Aji Ummi, aku haus tapi nggak berani minum'. Foto tersebut menunjukkan perawat menggunakan pakaian hazmat lengkap sambil memegang secarik kertas dengan pesan menyentuh.

Pria itu diketahui bernama Jufri (36), salah satu perawat di RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang tergabung dalam tim penanganan COVID-19. Dia menceritakan, apa yang dialaminya mungkin dirasakan juga oleh para perawat pasien Corona lainnya.

"Itu mungkin yang dialami seluruh paramedik ketika berada di ruang isolasi, di mana kita harus menahan lapar, haus, hingga BAB dan BAK selama menggunakan pakaian hazmat," kata Jufri saat ditemui detikcom, Rabu (8/4/2020).

Jufri menjelaskan, tim COVID-19 RSUD Andi Makkasau mulai bekerja sejak 17 Maret 2020 setelah menerima pasien rujukan dari Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Pasien itu terdata sebagai mahasiswi PTS di Depok, Jawa Barat, berumur 19 tahun yang memiliki gejala COVID-19. Dia diisolasi karena berstatus PDP.

Setelah itu, Jufri menuturkan, RSUD Andi Makkasau kedatangan 3 pasien PDP klaster umroh yang merupakan warga dari Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sidrap. Dua di antaranya kemudian dinyatakan positif Corona.

Jufri lantas menceritakan sejumlah hambatan yang dialami selama merawat pasien Corona. Pria yang akrab disapa Jepe ini mengatakan hal yang paling sulit yakni ketika memasang infus ke para pasien Corona.

"Pasang infus pada pasien biasa, pembuluh darah lebih mudah diraba dan dirasakan karena cuman pakai sarung tangan biasa, dan lebih mudah dilihat atau dicari karena tidak ada penghalang di depan mata," terangnya.

"Beda dengan pasang infus pada pasien COVID-19, pada saat kita cari pembuluh darah yang mana kita bisa tusuk, di situlah tingkat kesulitannya karena kita susah identifikasi pembuluh darah karena keterbatasan jarak pandang yang dihalangi oleh kacamata goggle dan face shield, begitu pun identifikasi pembuluh darah lewat perabaan mengalami tingkat kesulitan yang tinggi karena pakai sarung tangan sampai 4 lapis," lanjutnya.

Bantu Lawan Corona, Jurnalis Parepare Bikin Face Shield Buat Tenaga Medis:

Selanjutnya
Halaman
1 2