Round-Up

Wanti-wanti Pemerintah: Waspada Corona, Menghadang DBD

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 21:54 WIB
Ilustrasi Nyamuk
Foto ilustrasi nyamuk (iStock)
Jakarta -

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mengancam menjelang masa pancaroba. Pemerintah mengingatkan bahaya DBD sama dengan bahaya virus Corona dengan angka kematian cukup tinggi.

Juru Bicara Pemerintah Terkait Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengingatkan soal ancaman bahaya DBD dalam tayangan langsung yang disiarkan melalui akun YouTube BNPB, Selasa (7/4/2020).

Yuri meminta masyarakat tetap menjaga kebersihan rumah

"Mari bersama dengan keluarga kita berantas sarang nyamuk, karena ini adalah periode-periode musim pancaroba yang secara klasik akan disertai dengan munculnya kasus demam berdarah yang cukup banyak," kata Yuri.

Yuri mengatakan bahaya DBD sama dengan virus Corona. Sebab, itu bisa berdampak kematian yang cukup tinggi.

"Kita harus menyadari bersama demam berdarah dan COVID-19 adalah sesuatu yang sangat rawan terjadi dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat tetap berada di rumah. Yuri menyarankan warga untuk sementara berkomunikasi melalui telepon.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat ada 16.099 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia selama periode Januari hingga awal Maret 2020. Seratus orang di antaranya meninggal dunia.

"Kasus 16.099 dengan kematian 100 untuk nasional. Upaya yang dilakukan mendorong peningkatan kegiatan preventif," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, seperti dilansir Antara pada Selasa, 10 Maret 2020.

Selanjutnya
Halaman
1 2