Anies: Prinsip PSBB Sudah Diterapkan 3 Pekan di DKI, Kini Penekanannya Penegakan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 21:36 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan
Anies Baswedan (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku Keputusan Menteri Kesehatan untuk menetapkan pembatasan sosial berskala besar di Jakarta bukanlah hal yang baru. Menurut Anies, Jakarta telah menerapkan kegiatan itu selama tiga minggu.

"Secara prinsip, selama ini DKI Jakarta sudah laksanakan pembatasan itu. Mulai dari seruan bekerja di rumah, menghentikan kegiatan belajar-mengajar, dan mengalihkan menjadi belajar di rumah. Hentikan peribadatan di rumah ibadah menjadi ibadah di rumah. Pembatasan transportasi sudah kita lakukan tiga minggu ini," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2020).

Menurut Anies, PSBB yang akan efektif dilaksanakan bukanlah hal yang baru. Perbedaannya cuma sebatas adanya ketegasan aturan.

"Bagi masyarakat Jakarta, yang akan kita lakukan mulai tanggal 10 utamanya pada penegakan, karena akan disusun peraturan yang peraturan ini punya kekuatan meningkat kepada warga untuk mengikuti," ucap Anies.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, telah menyetujui usulan Gubernur DKI Jakarta menerapkan PSBB. Setelah itu, Pemprov DKI Jakarta bisa melakukan tindakan-tindakan pembatasan yang dirasa perlu untuk pencegahan virus Corona (COVID-19).

"Iya ditandatangani (Menkes) malam tadi (6/4)," ucap Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan Busroni, saat dihubungi, Selasa (7/4).

Surat secara resmi akan dikirim hari ini. Setelah menerima surat, DKI bisa mengatur beberapa tindakan untuk pencegahan Corona.

"Yang sudah bisa (dilakukan DKI), sebagaimana PSBB. Makna dari PSBB itu bisa dilaksanakan oleh DKI, oleh gubernur, dan jajaran di bawahnya," kata Busroni.

(aik/fjp)