BPOM Temukan 5.600 Link Iklan Obat Klorokuin Dijual Ilegal Saat Pandemi Corona

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 19:26 WIB
Penny K Lukito Kepala BPOM
Kepala BPOM Penny Lukito (Rifkyanto Nugroho/detikHealth)
Jakarta -

BPOM melakukan pengawasan terhadap ketersediaan obat dan makanan di masa pandemi Corona (COVID-19). BPOM menemukan 5.600 link iklan obat klorokuin dijual ilegal secara online.

"Kami melihat banyak sekali penjualan ilegal klorokuin dan obat lainnya sehingga kami menggerakkan cyber patrol kami dan pihak terkait kami berkoordinasi dengan pihak marketplace yang mempunyai obat ini dijual online di mereka dan kita koordinasikan untuk take down kepada Kemenkominfo, sampai saat ini sudah ada sekitar 5600 link iklan penjualan klorokuin yang ilegal," kata Kepala BPOM Penny Lukito, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Selasa (7/4/2020).

Diketahui obat klorokuin adalah obat keras yang tidak boleh diedarkan dan penggunaannya harus diawasi dokter. Di beberapa negara, klorokuin dianggap sebagai salah satu obat yang menunjukkan progres yang baik bagi pasien COVID-19.

Namun pemerintah menegaskan obat klorokuin tidak dijual secara bebas karena merupakan obat keras. BPOM meminta masyarakat tidak membeli sembarangan obat klorokuin.

"Saya kira harus menjadi perhatian masyarakat, terutama jangan membeli sembarangan obat klorokuin di jalur ilegal. Kami juga terus edukasi masyarakat dikaitkan dengan hal tersebut kehati-hatian konsumsi obat keras COVID-19 tanpa pengawasan dokter," ujar Penny.

Selanjutnya
Halaman
1 2