Berkaca dari Kasus Dokter Bernadette, IDI: Ada Pasien Tak Jujur Soal Riwayatnya

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 16:48 WIB
Asosiasi Dokter Jerman Tetapkan Pedoman Hidup atau Mati Pasien Corona
Ilustrasi (Foto: DW (News)
Makassar -

Dokter telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) Bernadette Albertine Francisc meninggal dengan status PDP COVID-19. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menduga penyebab kematian dokter Bernadette kemungkinan karena pasien tidak jujur dengan kondisi kesehatan dan soal riwayat perjalanannya saat hendak dirawat.

"Penyakit COVID-19 bukanlah aib, jadi jujurlah biar tidak kena orang lain dan nyawa sendiri selamat karena cepat ditangani," kata Ketua Lembaga Riset IDI, dokter Marhen Hardjo saat berbincang dengan detikcom soal penulran corona dan kemungkinan penyebab meninggalnya dokter Bernadette, Selasa (7/4/2020).

Marhen mengatakan hingga saat ini sudah ada 31 dokter yang meninggal akibat terpapar COVID-19. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang banyak anggota medisnya meninggal akibat virus ini.

Dari 31 orang tersebut, rata-rata dokter yang meninggal tidak semua melalukan kontak langsung dengan pasien positif COVID-19, seperti halnya yang terjadi dengan Bernadette di Makassar Sulsel.

"Biasanya pasien yang datang ke dokter kan adalah orang tanpa gejala tetapi membawa virus itu. Seharusnya mereka jujur soal riwayat perjalanan mereka kepada para dokter, atau pernah berkontak dengan pasien COVID-19 sebelumnya," terangnya.

"Mereka datang ke puskesmas atau rumah sakit dengan diagnosa bukan Corona, padahal Corona. Akhirnya dokter kena juga karena ketidakterbukanya pasien," imbuh dia.

Dikatakannya, ketidakterbukaan masyarakat disebabkan ada beberapa hal, seperti ketidakpahaman masyarakat Sehingga banyak PDP.

Dua Lagi Dokter Indonesia Meninggal karena Corona: