BNPB Akui Tak Semua Alat Rapid Test Efektif, Akan Datangkan Banyak PCR

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 10:31 WIB
Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo
Doni Monardo (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Kepala BNPB Doni Monardo menyebut lebih dari 500 ribu unit alat rapid test telah didistribusikan. Doni mengatakan, dari angka tersebut, tak semua alat rapid test efektif.

"Jadi total yang sudah terdistribusi itu bisa mencapai lebih dari 500 ribu unit. Kemudian ternyata juga rapid test ini tidak semuanya efektif. Karena itu, ke depan kita lebih banyak mendatangkan PCR test," kata Doni dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI yang digelar secara virtual, Senin (6/4/2020).

Meski demikian, Doni menegaskan pemerintah tetap bakal menjalankan rapid test. Namun rapid test ini kebanyakan tak bisa hanya sekali dilakukan.

"Jadi tetap kita lakukan rapid test ini. Hanya memang perlu konsekuensi. Biasanya tidak cukup satu kali untuk rapid test ini. Dan juga beberapa ada yang diperiksa dengan rapid test itu negatif, setelah diperiksa dengan PCR positif. Ada juga sebaliknya, ketika diperiksa menggunakan rapid test hasilnya positif, ketika diperiksa oleh PCR negatif. Jadi ini juga menjadi persoalan," papar Doni.

Doni menyebut alat rapid test yang didatangkan di Indonesia beragam. Ada alat yang ditolak negara lain tapi ketika dipakai di Indonesia malah efektif.

"Karena beberapa jenis rapid test yang datang ke Indonesia, itu terdiri dari beberapa jenis. Tetapi ada yang ditolak di Spanyol, itu dicoba di Indonesia malah bagus. Jadi agak unik memang ini, Pak Pimpinan. Jadi ada di negara lain nggak cocok, tapi cocok di negara kita," imbuhnya.

(gbr/tor)