Volume Kendaraan di Jakarta Naik 10% Setelah 18 Hari WFH

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 09:52 WIB
Himbauan bekerja dari rumah untuk meminimalisir persebaran virus corona berdampak pada arus lalu lintas yang lebih sedikit. Seperti terlihat di Jalan Sudirman, Jakarta.
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan di DKI Jakarta berpengaruh terhadap arus lalu lintas. Volume kendaraan turun cukup signifikan selama WFH diterapkan.

Namun, setelah 18 hari, atau tepatnya Senin, 6 April 2020, volume kendaraan menunjukkan peningkatan kembali. Dibanding Senin, 30 Maret 2020, volume kendaraan meningkat hingga 10 persen.

"Data menunjukkan memang ada kenaikan 10 persen bila dibandingkan dengan hari Senin minggu yang lalu," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Selain di jalan arteri, peningkatan volume kendaraan terjadi di ruas jalan tol. Seperti di Gerbang Tol (GT) Halim, volume kendaraan naik dari 21.850 kendaraan pada 30 Maret 2020 menjadi 22.667 kendaraan atau naik 3,6 persen.

Begitu juga volume kendaraan di GT Cililitan, terjadi peningkatan volume kendaraan dari 23.138 kendaraan pada 30 Maret menjadi 25.246 kendaraan pada 6 April atau sekitar 8 persen.

"GT Tomang terdapat kenaikan, di mana pada 30 Maret volume kendaraan sebanyak 12.720 kendaraan, naik pada 6 April 2020 sebanyak 13.892 kendaraan atau naik 9 persen," katanya.

Selanjutnya, di GT Kapuk naik 3 persen dari 12.596 kendaraan pada 30 Maret 2020 menjadi 12.977 kendaraan pada 6 April 2020. Kemudian di GT Cengkareng terjadi kenaikan 19 persen, dari angka 11.770 pada 30 Maret 2020 menjadi 9.549 pada 6 April.

"Terjadi kenaikan di 4 gerbang utama, baik yang dari arah Bogor, arah Bekasi, maupun arah Tangerang menuju Jakarta, kemudian untuk penurunan di terjadi di GT Cengkareng," tandasnya.

Gugus Tugas Covid-19 Siapkan 7.000 APD untuk Dokter Gigi dan THT:

(mei/mei)