Terpilih Jadi Ketua MA, Syarifuddin Diminta Gelar Sidang JR dengan Terbuka

Andi Saputra - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 17:46 WIB
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta
Foto Gedung MA: Ari Saputra
Jakarta -

Hakim agung Syarifuddin dipilih 32 hakim agung untuk menakhodai lembaga yudikatif di Indonesia. Banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan olehnya. Salah satunya menggelar sidang judicial review (JR) secara terbuka.

Konstitusi dan Demokrasi (KODE) Inisiatif memiliki sejumlah catatan penting bagi Mahkamah Agung agar dapat optimal, profesional, dan berintegritas dalam menjalankan fungsi penegakan hukum yang sejalan dengan UUD 1945 dan dalam memberikan keadilan bagi para pencari keadilan (justitiabelen), yaitu:

"Persidangan pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang harus mencerminkan asas keterbukaan atau dengan kata lain, persidangan harus dilakukan secara terbuka untuk umum dan dapat disaksikan publik secara luas," kata Koordinator Bidang Konstitusi dan Ketatanegaraan, Konstitusi dan Demokrasi (KODE) Inisiatif, Violla Reininda dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (6/4/2020).

Menurut Vio, transparansi proses persidangan merupakan instrumen fundamental dalam penyelenggaraan kekuasaan kehakiman. Secara spesifik diatur dalam Pasal 13 ayat 1 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menyatakan, semua sidang pemeriksaan pengadilan adalah terbuka untuk umum, kecuali undang-undang menentukan lain.

"Dalam hal ini, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung, sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2009 tidak menentukan lain perihal proses pemeriksaan pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang, sehingga seyogianya, Mahkamah Agung tetap memegang teguh asas persidangan terbuka untuk umum," papar Vio.

Selanjutnya
Halaman
1 2